Seharusnya Vaksin Covid-19 Sinovac itu Gratis

5
(1)

Jakarta, – Pakar epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman menyatakan, seharusnya program vaksinasi Covid-19 harus ditangung sepenuhnya oleh pemerintah alias gratis.

Menurutnya, vaksinasi termasuk dalam imunisasi khusus yang dimuat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.

“Kalau diprofitkan atau dikomersialkan, itu akan menjauhkan dari keberhasilan strategi vaksinasi itu sendiri,” kata Dicky, Selasa (15/12/2020).

Lebih jauh, Dicky mengungkapkan, dalam situasi pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional, seharusnya tak ada dasar bagi pemerintah untuk mengkomersilkan vaksin maupun terapi lainnya.

“Lha kita mau mengendalikan wabah, tapi kok malah jualan,” tukasnya.

Diketahui, pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada 17 November 2020, Menteri Kesehatan Terawan Putranto mengatakan harga vaksin Sinovac mencapai Rp211.282 per dosis.

Ini merupakan harga yang diberi secara borongan oleh pemerintah. Ini bukan harga jual yang ditawarkan kepada peserta vaksinasi mandiri.

“Harga per satuan, hasil dari BPKP, LKPP dan KPK, bahkan kejaksaan Rp 211.282 per dosis. Ini untuk program murni, bukan vaksinasi pribadi, ini untuk 3 juta vaksin pertama,” ujar Terawan.

Informasi saja, 1.2 juta vaksin Sinovac rencananya akan diberikan secara gratis kepada tenaga kesehatan yang berada di garis depan melawan vaksin Covid-19.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *