by

Sebagai Upaya Pencegahan , G20 Bahas Isu Kejahatan Siber

Jakarta: Presidensi G20 Indonesia disebut membahas isu kejahatan siber untuk fokus dalam upaya pencegahan.

“Di G20 ini kita berfokus, di transformasi digital ini untuk peningkatan kemampuan digital, dan ini juga berkaitan dengan kejahatan siber,” kata Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anton Setiawan dalam perbincangan bersama pro 3 RRI, Senin (25/7/2022).

“Memang kita berfokus kepada aspek pencegahannya,” sambungnya.

Menurutnya, isu ini dibahas sebagai satu di antara komponen utama dalam ekonomi digital. Isu yang sama sudah diangkat sejak dua tahun lalu ketika presidensi di pegang oleh Arab Saudi.

“Dalam ekonomi digital, kepercayaan kita terhadap aktifitas atau transaksi yang berlangsung di ruang siber itu harus dipastikan,” jelasnya.

“Dan itu hanya bisa dipastikan jika kita bisa menekan kejahatan siber di ruang siber seminimal mungkin,” tambahnya.

Maka dari itu, kaloborasi dan kerjasama antar pemangku kepentingan sangatlah dibutuhkan untuk mencegah kejahatan di ruang siber. Dan juga meminta masyarakat untuk terus waspada di dalam ruang tersebut.

“Kita harus waspada, dalam beraktifitas di ruang siber, karena kita tidak tahu siapa di belakangnya. Kemudian kita juga harus membatasi jika memang tidak perlu di sharing data kita maka tidak perlu di sharing,” jelas Anton.

Karena itu, pemerintah mencoba membuat tata kelola dan penanganan kejahatan siber. Isu ini menjadi salah satu agenda yang didorong Indonesia dalam Presidensi G20 Indonesia 2022.

Maka hal penting yang dibahas dalam diskusi adalah cross border data flow and free flow with trust.