by

SEA Games Dorong Kesadaran Isu Lingkungan Hidup

Hanoi: SEA Games bukan hanya soal kompetisi olahraga. Event dua tahunan ini juga dimanfaatkan Pemerintah Vietnam untuk meningkatkan kesadaran tentang isu lingkungan hidup.

Kampanye ini tentu saja dimotori oleh Kementerian Sumber Daya dan Lingkungan Hidup. Dalam hal ini, mereka juga menggandeng Komite Olahraga Vietnam.

Fokus kampanyenya adalah mengurangi pemakaian kantung kresek dan botol minuman sekali pakai. Tidak hanya di arena lomba, tapi di semua aktivitas: upacara pembukaan, jumpa pers, latihan, hingga penutupan.

Mereka meluncurkan tagar #Seagamesnoplastics dan #Greensport yang cukup ramai di dunia maya. Selain itu, juga digencarkan semboyan 3R (reduce, reuse, recycle).

Untuk mengurangi pemakaian plastik, panitia penyelenggara SEA Games banyak memakai bahan kayu, logam, dan lainnya. Terutama itu digunakan untuk pembuatan suvenir dan material promosi.

“Kami juga mendorong penonton datang ke stadion membawa alat minum pribadi dari rumah,” ujar Robert Lao, salah satu staf panitia di Stadion MyDinh, Hanoi. “Jadi, tidak banyak sampah plastik yang tersisa.”

Vietnam memang menghadapi problem sampah plastik yang cukup serius. Mereka menduduki posisi ke-4 setelah China, Indonesia, dan Filipina untuk urusan ini.

Setiap tahun, 300-700 ribu ton limbah plastik mengotori lautan Vietnam. Itu setara 6 persen sampah plastik di seluruh lautan di dunia.

Makanya, Pemerintah Vietnam sigap memanfaatkan SEA Games ini sebagai ajang kampanye isu lingkungan hidup. Targetnya, tahun 2025 nanti, tak ada lagi pemakaian tas kresek dan peralatan plastik yang hanya sekali pakai.

Selain itu, Pemerintah Vietnam juga menargetkan 85 persen produk plastik nantinya harus memenuhi kriteria 3R. Dan limbah plastik yang terbawa ke lautan nantinya diharapkan berkurang hingga separuhnya dibanding saat ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.