Saturday, June 19

Satgas Covid-19 Diminta Antisipasi Lonjakan Kasus

Yogyakarta: Wakil Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Huda Tri Yudiana meminta Satgas COVID-19 DIY untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus COVID-19 di Yogyakarta menyusul kerumunan di obyek wisata yang diduga melanggar protokol kesehatan dalam libur Lebaran.

Menurutnya, jangan sampai jika terjadi lonjakan kasus sistem kesehatan tidak mampu menampung pasien sebagaimana pernah terjadi awal tahun 2021 lalu pasca libur panjang natal dan tahun baru, ratusan warga kesulitan mengakses RS.

“Kami minta agar persiapan untuk menaikkan kapasitas RS dilakukan sejak dini, dari sisi anggaran, SDM, koorsdinasi, APD, sistem dan semua yang diperlukan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan segera bisa ambil langkah cepat,” kata Huda, Minggu, (16/5/2021).

Huda Tri Yudiana juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan kembali shelter-shelter isolasi berbasis desa maupun yang dikelola pemda, karena sebagian besar warga yang terkena Corona tidak perlu dirawat di RS, cukup dipisahkan dengan warga lain yang sehat dengan shelter isolasi atau isolasi mandiri.

Optimalisasi shelter untuk isolasi, selain untuk mencegah meluasnya penyebaran juga sekaligus mengurangi kepadatan rumah sakit.

“Dengan demikian, jika ada yang memerlukan rumah sakit bisa terlayani dengan baik karena RS tidak terlalu penuh dengan pasien yang bisa ditangani di luar RS,” lanjut Huda.

Menurut Huda, penting pula dilakukan koordinasi dengan semua elemen satgas, dari pemda DIY, kabupaten/kota, kecamatan, desa hingga dusun. Sehingga semua faham tugas dan posisinya saat diperlukan. Termasuk dalam hal ini adalah koordinasi administrasi anggaran.

“Jangan sampai kondisi lapangan penanganan terhambat oleh administrasi anggaran yang rumit sebagaimana beberapa waktu lalu,” katanya.

Disisi lain, Huda Tri Yudiana mengapresiasi sikap masyarakat di pelosok pelosok desa maupun di jalanan kota secara umum masyarakat sadar menerapkan protokol kesehatan.

“Kegiatan silaturahim door to door sebagian besar digantikan dengan ikrar syawalan setelah shalat Iedul Fitri, pertemuan trah yang biasanya massif juga banyak berkurang atau diselenggarakan secara online. Tapi sayangnya, masih adanya pelanggaran prokes di sektor wisata ini mengkhawatirkan,” terangnya.

Selama tiga lebaran, H1, H2, H2+1, satgas COVID19 DIY bidang penegakan hukum menemukan ratusan pelanggaran protokol kesehatan di obyek wisata.

Sementara Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas COVID DIY, Noviar Rahmad, Minggu (16/5/2021) mengatakan, berdasar pengawasan SAR Satlinmas Istimewa Pol PP DIY yang bertugas di 32 obyek wisata di DIY, selama 3 hari lebaran ada 59 ribu wisatawan yang berkunjung ke 32 obyek wisata. (imr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *