Sarbumusi: UU Cipta Kerja Terlalu Prematur Disahkan

0
(0)

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) mengupayakan peninjauan ulang (judicial review) Undang-undang Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menilai UU ini terlalu prematur untuk disahkan.

“Akan melakukan gerakan kosntitusional dengan mengajukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi,” kata Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Syaiful Bahri Anshori dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, Sarikat Buruh Muslimin Indonesia mengambil langkah tersebut setelah melakukan kajian yang mendalam serta melakukan serangkaian diskusi dengan berbagai pihak.

“Serangkaian diskusi dengan berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu dan bidang, baik yang pro maupun kontra terhadap RUU ini,” kata Syaiful Bahri Anshori.

Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia secara umum menilai RUU Cipta Kerja terlalu prematur dibahas dan disahkan menjadi undang-undang.

Syaiful melanjutkan Konfederasi Sarbumusi menolak Undang-Undang Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan. Kendati demikian, tetap akan melakukan gerakan-gerakan yang bersifat konstitusional.

Ia menginstruksikan kepada seluruh basis mereka, baik tingkat pengurus wilayah (DPW), pengurus cabang (DPC), dan federasi untuk menyuarakan sikap organisasi dengan cara dan bentuk yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing tingkat kepengurusan.

“Kami selalu memegang prinsip-prinsip perjuangan buruh dan kemaslahatan masyarakat banyak,” ujar Syaiful.(EP/Ant)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Para Ilmuwan Temukan Perangkat Deteksi Cepat Covid-19 yang Mirip Alat Tes Kehamilan

Sat Oct 10 , 2020
0 (0) New Delhi—Kelompok ilmuwan di India mengembangkan lebih lanjut tes deteksi virus Covid-19 menggunakan metode yang sangat mirip dengan tes kehamilan, kutip BBC. Metode ini dipandang tidak hanya lebih ekonomis daripada tes lainnya, tetapi juga lebih cepat daripada menjadikannya satu-satunya tes Covid-19 yang menggunakan kertas pertama dari jenisnya di […]