Rupiah Menguat ke Level Rp14.881 per Dolar AS

0
(0)

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini ditutup menguat 413 point di level Rp14.881 per dolar AS. Penguatan rupiah masih disokong oleh fundamental ekonomi Indonesia yang begitu kokoh dan ini membawa angin segar bagi investor di pasar valas dan obligasi.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia telah teruji dan begitu kokoh pasca data ekonomi eksternal positif. Ini membawa angin segar bagi perinvestasian di pasar valas dan obligasi.

“Di samping itu,Pemerintah dan Bank Indonesia telah berhasil menyelamatkan perekonomian berkat strategi bauran yang diterapkan bersama-sama. Sehingga bisa menenangkan pasar,” ujar Ibrahim, Kamis (30/4).

Apalagi, lanjutnya, pasca penjualan perdana SUN di bursa Singapora dan Bursa Francis dibarengi dengan suku bunga tinggi menambah daya gedor tersendiri bagi pelaku pasar. Disinilah titik balik pelaku pasar kembali percaya terhadap pasar dalam negeri. “Maka wajar kalau arus modal asing kembali masuk begitu deras dan membawa mata uang garuda kembali digdaya. Kedigdayaannya melampaui mata uang asing lainnya,” jelas Ibrahim.

Sementara dari eksternal, fokus telah berubah dari Federal Reserve ke Bank Sentral Eropa, karena dewan pemerintahan harus memutuskan pada hari Kamis jika lebih dari 1 triliun euro ($ 1,1 triliun) dalam pembelian aset. Kemudian rencana pinjaman yang cukup besar untuk menjaga perusahaan dan rumah tangga berdaya.

Federal Reserve pun mempertahankan suku tidak berubah pada hari Rabu, tetapi menyatakan keinginan untuk melakukan lebih banyak untuk mendukung perekonomian jika ini diperlukan.(PS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jumlah Iklan Lowongan Pekerjaan Terjun Bebas hingga 70 Persen

Thu Apr 30 , 2020
0 (0) Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan jumlah perusahaan yang memasang iklan lowongan tenaga kerja anjlok sebanyak 50%. Sementara itu, jumlah iklan lowongan pekerjaan terjun bebas hingga 70%, itu karena pandemi Covid-19. “Dari data tersebut, lowongan yang turun tajam berasal dari sektor akomodasi, makanan dan minuman, […]