RS Berlomba Kembalikan Kepercayaan Pasien Saat Pandemi

5
(1)

Jakarta: Kita ketahui bersama covid sudah ada di indonesia sejak awal 2020 dan masih menjadi masalah di Dunia sampai sekarang.

Pandemi ini berhasil menyulap seluruh RS menjadi RS Infeksius dan siap menghadapi pasien Covid kapan saja, Perspektif RS yang tidak aman untuk dikunjungi karena sudah menjadi RS infeksius dan Pandemi Covid-19 yang berkepanjanagan mengubah banyak perilaku konsumen yang berdampak pada berbagai bisnis menjadi anjlok, tak terkecuali rumah sakit akibat pengaruh PSBB ini. Masyarakat enggan untuk berobat ke rumah sakit dan lebih memilih menggunakan aplikasi kesehatan berbasis telematik.

Hal ini menyebabkan biaya pemasukan rumah sakit berkurang dibandingkan pengeluaran untuk pasien Covid sangat tinggi dikarenakan dibutuhkan APD khusus, belum lagi adanya rumor proses klaim Covid baik ke asuransi, perusahaan atau pemerintah yang tidak terlalu mulus dan masih banyak perdebatan.

Kondisi yang berkepanjangan ini tentunya tidak baik bagi kesehatan keuangan RS. Untuk itu sudah saatnya pihak rumah sakit berlomba lomba untuk mengubah atau menerapkan strategi yang baru tim marketing dan tim finance harus bisa melakukan inovasi dan mencari cara yang untuk mengembalikan kepercayaan dan mewujudkan “new normal versi Rumah sakit” berbagai macam sosial media seperti instagram, facebook, dan tiktok pun digunakan untuk kembalikan kepercayaan dan menciptakan persepsi RS yang aman, inovasi- inovasi kecil seperti Telekonsultasi, Pelayanan obat Antar, laboratorium drive true telah dilakukan, invoasi besar pun mulai digalakan seperti penggunaan robotic surgery.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu group RS yaitu mayapada, pertamina dan siloam, adanya pelayanan swab Home service dengan hanya waktu 6-10 jam merupakan solusi meningkatkan pendapatan. Sejak Menkes membuat surat keputusan no 223 tahun 2020 mengenai protokol kesehatan dan PSBB, seharusnya membuat masyarakat mengerti bagaiman “new normal” dan tentunya dapat diterapkan oleh Rumah sakit, keputusan Menkes ini pun dapat menjadi kekuatan RS untuk mengembalikan kegiatan RS yang didasarkan protokol kesehatan.

Kontak dan informasi pasien yang loyal kepada rumah sakit dan sering datang berkunjung merupakan hal yang sangat penting saat ini, dibutuhkan review selebgram atau masyarakat dengan banyak follower untuk mencontohkan bagaiman new normal di RS sehingga menimbulkan kepercayaan masyarakat.

Peran dokter di rumah sakit melakukan video sharing untuk menjelaskan terkait layanan dan prosedur yang sudah diterapkan rumah sakit akan membantu RS untuk pulihkan lagi kepercayaan pasien yang sempat hilang akibat Pandemik.

Semoga kedepanya kita dapat tingkatkan perekonomian yang tentunya dengan menerapkan protokol new normal.

Ditulis : dr willia gontina S. (Kajian Administrasi Rumah sakit Universitas Indonesia).

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mau Masuk Sekolah Negeri Gak Perlu Pintar , Umur Paling Tua Pasti Masuk

Thu Jun 25 , 2020
5 (1) Jakarta: Prioritas usia dalam aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta diminta dihapus. Sebab aturan itu membuat kepintaran seorang anak seolah menjadi percuma. “Percuma aja anak pintar kalau yang diterima masuk, faktor usia sebagai penentu,” sesal salah seorang wali murid widyaningsih kepada RRI.co.id, Kamis (25/06/20) Widyaningsih mengaku […]