by

Remaja “Citayam Fashion Week” Didukung Jadi Kreator Konten

Jakarta: Para remaja “Citayam Fashion Week” perlu didukung dengan menyiapkan mereka sebuah wadah untuk berkarya menjadi kreator konten (content creator).

“Mereka punya wadah sendiri untuk bekerja berkarya menyiapkan untuk content creator dan sebagainya, karena itu kita perlu memberikan ekosistem yang jelas kepada mereka,” kata Ketua Perhimpunan Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia (PERJAKBI), Anthony Leong dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Sabtu (23/7/2022).

Bahkan, pihaknya bersedia untuk memberikan pelatihan dan infrastruktur bagi remaja Citayam Fashion Week untuk menjadi kreator konten.

“Kalau mereka memang fokusnya menjadi content creator perlu mentoring, perlu infrastruktur alat dan itu kita siaplah. Kita sangat antusias untuk menyiapkan infrastruktur bagi mereka agar bisa berkembang dan bertumbuh bersama,” ujarnya.

Ia menilai ajang Citayam Fashion Week menjadi fenomena di tengah pandemi yang terjadi saat ini. Salah satunya kehadiran remaja bernama Bonge yang mempunyai penghasilan dari ajang tersebut.

“Ini kan sebuah fenomena ya, dan hal ini sah-sah saja sebenarnya. Kita sangat senang sebenarnya bagaimana masyarakat sekarang bisa menjadi berarti dengan adanya sosial media, ini sebuah trend baru,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan Citayam Fashion Week menjadi bukti bahwa setiap orang bisa berkarya dan melakukan sesuatu hal yang baik.

“Ajang ini bisa melahirkan lapangan pekerjaan dan mempunyai dampak perekonomian,” katanya.

Remaja Citayam Fashion Week adalah fenomena akhir-akhir ini yang muncul di ruang terbuka Dukuh Atas, Jakarta. Para remaja dari pinggiran kota Jakarta, seperti Citayam, Bojonggede, Depok, berkumpul di Dukuh Atas, sekedar untuk memamerkan outfit/fesyen mereka. Aksi gaya berpakaian remaja ini kemudian viral di media sosial seperti Tiktok dan Instagram. Sebagian dari mereka seperti Bonge, Kurma, Roy akhirnya menjadi selebritis baru.