Refly Harun: Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo Pasangan Paling Dahsyat jika Disatukan Pada Pilpres 2024

0
(0)

Jakarta – Pakar hukum tata negara Refly Harun menilai akan dahsyat jika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dipersatukan sebagai calon pemimpin pada Pilpres 2014. Hal ini disampaikannya ketika menanggapi isu soal Gatot Nurmantyo yang menggantikan posisi Prabowo Subianto.

Mengupas berita Sindonews berjudul ‘Gatot Nurmantyo Berpotensi Ambil Alih Peran Prabowo di Politik’, Refly menilai ada ceruk kosong yang ditinggalkan Prabowo Subianto yang kini merapat ke pemerintahan Jokowi.

“Ceruk kosong yang ditinggalkan Prabowo, sejauh ini Anies Baswedan yang mengisi. Banyak sekali pendukung Prabowo yang kecewa kemudian menjagokan Anies Baswedan yang dianggap sekarang sebagai simbol perlawanan the establishment rezim Jokowi,” kata Refly dalam channel YouTube Refly Harun, Ahad (4/10).

Prabowo yang diharapkan di luar pemerintahan untuk memimpin oposisi ternyata turut masuk dalam pemerintahan menjadi menteri pertahanan. Prabowo dinilai merendahkan dirinya dengan menjadi salah seorang menteri.

“Belum tentu dia tidak sukses sebagai menhan. bisa saja dia sukses dan kemudian bisa menjadi putra mahkota bagi Jokowi dan Megawati di pemilihan presiden 2024. Tapi itu bukan lagi putra mahkota dari kelompok yang mengendors sebelumnya, bisa saja sudah beralih pada kelompok yang mengendors Jokowi,” ujarnya.

Refly mengatakan, di sisi lain pesaing lainnya seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil posisinya tidak jelas. Begitu pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo yang dianggap sebagai putra mahkota dari incumbent, dari arus yang saat ini berkuasa.

Refly menambahkan akhir-akhir ini sejak Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dideklarasikan dan ada pengadangan di mana-mana, nama Gatot Nurmantyo yang juga Presidium KAMI makin meroket, naik terus, dan mungkin diperhitungkan dalam perhelatan 2024.

“Apalagi dia adalah purnawirawan TNI dan pangkat jenderal, dan kedudukan tertinggi sebagai panglima TNI. Tentu ini memberikan keuntungan tersediri. Ya tentu akan dahsyat kalau Gatot dan Anies dipersatukan misalnya sebagai simbol perlawanan dari rezim,” katanya.

Namun bukannya tanpa persoalan. Keduanya akan diuji siapa yang mau mengalah menjadi nomor dua.

“Tapi persoalannya, siapa yang mau menjadi nomor dua, karena dalam benak psikologis mereka, mereka harus menjadi the number one, menjadi nomor satu,” ujarnya.

Hal ini, menurutnya, sama dengan ketika Prabowo harus bernegosiasi dengan Megawati Soekarnoputri pada 2009 dan akhirnya Prabowo mengalah menjadi calon wakil presiden dengan harapan bisa diusung ke periode selanjutnya.

“Itu bisa terjadi karena keduanya kepepet, keduanya tidak bisa maju kalau mereka tidak bersatu. Akhirnya Prabowo mengalah, Megawati maju,” katanya.

Nama Gatot Nurmantyo saat ini semakin meroket dan bisa saja nanti dalam survei akan menggeser nama-nama lainnya yang selama ini disebutkan, pungkasnya. (EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Klasemen Serie A: Atalanta dan AC Milan Sempurna di Puncak

Mon Oct 5 , 2020
0 (0) Milan – Atalanta dan AC Milan berbagi posisi teratas di klasemen sementara Liga Italia berkat hasil-hasil bagus yang mereka petik pada giornata ketiga Serie A. La Dea menang 5-2 atas tamunya Cagliari, sedangkan Milan menang 3-0 atas tim promosi Spezia. Hasil positif tersebut membawa keduanya mempertahankan start sempurna […]