Rangkap Jabatan Risma Berakhir di Khofifah

0
(0)

Jakarta: Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa tidak mau ambil pusing dengan Tri Rismaharini yang mengaku telah mengantongi izin dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait rangkap jabatan yang diembannya, yakni sebagai Wali Kota Surabaya sekaligus Menteri Sosial RI.

Bagaimana tidak, selang beberapa waktu pasca Risma dilantik, tepatnya usai Khofifah menerima radiogram dari Kementerian Dalam Negeri Nomor 131.35/7002/OTDA, Khofifah langsung menunjuk Wakil Wali Kota Surabaya, Wishnu Sakti Buana, menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota dengan menerbitkan surat perintah bernomor 131/1143/011.2/2020 tertanggal 23 Desember 2020. Surat itu pun telah dikirimkan ke Sekretariat Daerah Kota Surabaya pada tanggal 24 Desember kemarin.

“Dengan terbitnya surat perintah tersebut, Whisnu Sakti yang semula menjadi Wakil Wali Kota Surabaya resmi menjadi Plt per hari ini, Kamis (24/12),” tegas Khofifah dalam keterangannya.

Ditegaskan Khofifah, pemberhentian Risma dan penunjukan Whisnu sebagai Plt Wali Kota Surabaya sudah sesuai dengan Pasal 78 ayat (2) huruf (g) UU Pemda.

Berikut bunyi Pasal tersebut:

(2) Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c karena:

g. diberi tugas dalam jabatan tertentu oleh Presiden yang dilarang untuk dirangkap oleh ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, Pasal 23 huruf a pun disebutkan bahwa menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya,” tekannya.

Perlu diketahui, usai dilantik sebagai Mensos, Risma mengklaim dirinya telah diberi izin untuk rangkap jabatan oleh Presiden Jokowi.

“Mungkin karena saya masih merangkap wali kota, jadi saya untuk sementara waktu, saya sudah izin Pak Presiden, enggak apa-apa Bu Risma pulang pergi (Jakarta-Surabaya)” klaim Risma saat Sertijab di Kemensos, Jakarta, Rabu (23/12).

Dijelaskan Risma, sebagai Wali Kota Surabaya, dia sangat ingin meresmikan pembangunan Jembatan Joyoboyo dan Museum Olahraga di Surabaya. Di samping itu, masa jabatannya sebagai Walkot Surabaya berakhir pada Februari 2021.

Menanggapi itu, berbagai pihak pun menilai rangkap jabatan yang dilakoni Risma berpotensi melanggar undang-undang.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *