by

Puluhan Negara Kesulitan Hadapi Krisis Global

Jakarta: Sebanyak 60 negara diprediksi bakalan kesulitan dalam menghadapi ancaman krisis global, akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, berbagai gejolak yang terjadi membuat inflasi melonjak, sehingga harga komoditas ikut terangkat. Kondisi tersebut mendorong perubahan krisis baru di sektor energi, pangan, dan juga keuangan di beberapa negara.

“Sebanyak 60 negara tercatat mengalami kesulitan, atau bisa jadi negara gagal,” tambahnya.

Pemerintah memprediksi berbagai ancaman ekonomi ke depan di masa setelah Covid-19. Dimana, berbagai gejolak yang terjadi membuat angka inflasi melonjak, sehingga harga komoditas ikut terangkat.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto yang menyatakan, bahwa tantangan berikutnya yang tengah diwaspadai yakni konflik.

“Kondisi tersebut mendorong perubahan krisis baru di sektor energi, pangan, dan juga keuangan di beberapa negara,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Selain itu, lanjut Airlangga, saat ini dunia sedang menghadapi ancaman perubahan iklim. Meski begitu, Indonesia masih terselamatkan oleh hujan yang terjadi terus menerus.

Ditekankannya, isu perubahan iklim tidak dapat dianggap sepele. Sebab, perubahan iklim bakal berpengaruh terhadap tingginya harga komoditas pangan.

“Tentu dampaknya itu secara langsung kepada harga barang,” imbuhnya.