by

PTM 100 Persen Di Jakarta, Sebuah Kebijakan Yang Berisiko Di Tengah Penyebaran Omicron

HarianNasional.Com, Jakarta – Baru lima hari, tepatnya 29 Desember 2021 DKI Jakarta digemparkan oleh temuan transmisi lokal virus Covid-19 varian Omicron, Tapi Temuan ini tidak menyurutkan Pemprov DKI Jakarta untuk menerapkan pembelajaran tatap muka 100 persen per 3 Januari 2022.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang diputuskan 21 Desember 2021.SKB dengan Nomor Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 berisi tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Aturan turunan di DKI dibuat melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan No. 1363 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Masa Pandemi Covid-19, serta sesuai dengan kondisi PPKM Level 1 yang diterapkan di Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan kebijakan PTM 100 persen tersebut merefleksikan SKB 4 menteri

“Jadi PTM 100 Persen dilaksanakan setiap hari (Senin-Jumat)”, Ujarnya Dalam keterangan tertulis,(2/2/2022).

Namun menurutnya lagi, Meski dibuka 100 persen, Ia mewajibkan seluruh warga sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan Terlebih bagi mereka yang belum divaksinasi.

“saat ini vaksinasi dosis kedua untuk pendidik dan tenaga kependidikan sudah mencapai 80 persen Sedangkan vaksinasi untuk peserta didik atau siswa masih berlangsung”,katanya.

Bahkan menurutnya, Boleh belajar jarak jauh dari rumah Meski sudah dibuka 100 persen. Dinas Pendidikan DKI Jakarta tetap mengizinkan adanya pembelajaran jarak jauh dari rumah.

“Belajar jarak jauh ini dimungkinkan bila masih ada orangtua yang merasa khawatir terjadi penularan Covid-19 di sekolah apabila ada orangtua yang merasa khawatir”,Jelasnya

BACA JUGA : Tertular Omicron, 15 Petugas PCR Bandara Soetta

Namun hal ini masih ada sekolah yang tidak menawarkan opsi untuk pembelajaran via daring bahkan dengan himbauan Bersifat wajib untuk mengikuti PTM 100 Persen. meskipun Sekolah tetap harus memberikan layanan pembelajaran jarak jauh bagi anak yang belum mendapatkan izin orangtua.

Lain halnya pendapat Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan, keputusan DKI Jakarta menggelar tatap muka 100 persen di tengah penyebaran Covid-19 Omicron adalah pilihan yang berisiko.

“Ini keputusan yang cukup berisiko terhadap penularan,” kata dia.

Bahkan menurutnya lagi, sekolah tatap muka 100 persen tidak mendesak untuk dilakukan sampai capaian vaksinasi Covid-19 anak usia sekolah bisa selesai dilakukan.

“Tidak ada yang mendesak untuk membuka sekolah sebelum vaksinasi tercapai”, tegasnya lagi.

Meski mayoritas anak usia sekolah di Jakarta sudah divaksinasi Covid-19, namun belum mencapai waktu di saat vaksin Covid-19 aktif melindungi sang anak.

Sebabnya dibutuhkan waktu 2 pekan hingga 1 bulan setelah disuntikkan vaksin Covid-19 dosis kedua untuk mencapai tingkat kekebalan.

Karena itu, Gilbert menyarankan, agar Pemprov DKI Jakarta tetap membatasi sekolah dan tidak langsung memberlakukan tatap muka 100 persen.

“Sebaiknya sebulan pembelajaran dibatasi dulu hingga timbul kekebalan (setelah vaksinasi) jadi minta kebijakan di tinjau ulang”,ujarnya seperti yang dilansir kompas.com.

keputusan DKI Jakarta menggelar tatap muka 100 persen di tengah penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron adalah pilihan yang berisiko tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *