Presiden : Jangan Teledor, Waspada Gelombang Kedua Covid-19

5
(1)

Jakarta: Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta pada Senin (02/11/20) siang. Sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan melalui kanal Youtube resmi Sekretariat Presiden ini, diterima oleh media elektronik dan cetak nasional, termasuk rri.co.id.

Dalam arahannya, Kepala Negara mengingatkan jajaran menterinya untuk terus siaga dalam hal penanganan pandemi Covid-19 yang masih melanda ratusan negara di dunia, termasuk Indonesia. Hal itu dikarenakan, kikni banyak negara di belahan Benua Eropa yang terkena serangan gelombang kedua Covid-19.

“Saya ingin menekankan sekali lagi, hati-hati karena di Eropa sudah muncul gelombang kedua, yang naiknya sangat drastis sekali. Jadi jangan sampai kita teledor, jangan sampai kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita,” pesan Presiden.

Jokowi juga menyebut, kasus yang terjadi di Eropa tersebut harus menjadi perhatian semua pihak.

“Kita bisa melihat angka-angka di beberapa negara-negara seperti Perancis melompatnya dari berapa ke berapa, Itali juga, Inggris, Jerman, Spanyol. Ada kenaikan yang sangat drastis. ini agar menjadi perhatian dan menjadi kehati-hatian semuanya,” Jokowi menambahkan.

Jokowi bahkan mengatakan, penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional tetap harus dijaga keberimbangannya.

“Kita harus tetap fokus untuk mengatur, menjaga titik keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Ini yang sudah berpuluh-puluh kali saya sampaikan tapi perlu sekali lagi ini saya tekankan,” tegas Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga membeberkan beberapa hal positif yang berkaitan dengan pandemi Covid-19 di Indonesia, diantaranya angka kesembuhan yang sudah di atas rata-rata dunia dan angka kasus aktif positif Covid-19 yang sudah lebih rendah dari kasus dunia.

“Alhamdulillah dari laporan saya terima per 1 November 2020 kasus aktif di Indonesia lebih baik dan lebih rendah dari perkembangan rata-rata dunia. Kita memiliki kasus aktif 13.78% sedangkan rata-rata dunia kasus aktif 25.22%. Ini yang terus harus ditekan sehingga angka 13.78% bisa kita perkecil lagi. Kemudian juga tingkat kesembuhan yang makin baik. Kita sekarang di angka 82.84%, rata-rata dunia sebesar 72%. Di angka kesembuhan kita juga lebih baik, ini juga agar diperbaiki lagi,” pesan Jokowi ke jajaran menterinya.

Meski demikian masih ada pekerjaan rumah bersama yang harus diperhatikan dengan seksama, di mana angka kasus meninggal akibat Covid-19 masih cenderung tinggi di Indonesia.

“Yang masih kita di atas rata-rata dunia adalah angka kematian atau kasus meninggal di Indonesia. Kita masih di angka 3,38% sedangkan rata-rata dunia berada di angka 2,5%. Ini yang patut untuk menjadi perhatian kita semuanya,” ujar Jokowi.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Libur Panjang, 408 Wisatawan Reaktif

Mon Nov 2 , 2020
5 (1) Bandung: Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebutkan, 408 orang pelaku perjalanan wisata ke wilayah Jawa Barat selama libur panjang lalu, terkonfirmasi reaktif virus Corona. Dikatakan Ridwan Kamil, yang juga Gubernur Jawa Barat ini, 408 orang reaktif tersebut hasil dari tes […]