by

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Cek Aturan Lengkapnya

Jakarta,-Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menetapkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali pada 4-17 Januari 2022.

“Luar Jawa Bali Ada perpanjangan yaitu periode pelaksanaan walaupun situasi terkendali diperpanjang 14 hari 4 – 17 Januari 2022,” jelas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat kabinet terbatas.

Kebijakan tersebut ditegaskan dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali yang diterbitkan pada 3 Januari 2022.

Sejumlah peraturan kembali diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang terbilang sudah cukup landai di Inaonesia.

Peraturan aktivitas PPKM level 3 dimuat dalam Instruksi Menteri dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 02 tahun 2022. Berikut peraturan lengkap untuk daerah yang berstatus level 3:

1. Restoran dan mall Kapasitas 50 Persen

Restoran/rumah makan dan kafe dengan skala kecil, sedang atau besar baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dapat melayani makan di tempat/dine in.

Tidak hanya itu, tempat tersebut juga dibatasi jam operasional sampai Pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen dan 2 orang per meja.

2. Sektor esensial 100 persen

Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti kesehatan termasuk didalamnya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi, pusat perbelanjaan/ mall dan teknologi informasi diperbolehkan beroperasi 100 persen.

3. Sektor nonesensial WFO 50 Persen

Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial staf yang bekerja di kantor (work from office/WFO) diberlakukan maksimal 50 persen dengan protokol kesehatan secara ketat.

Namun apabila ditemukan klaster penyebaran Covid-19, maka sektor yang bersangkutan ditutup selama 5 hari.

4. Tempat ibadah 50 persen

Tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah dengan pengaturan kapasitas maksimal 50 persen atau maksimal 50 orang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *