by

Polres Jombang Pulangkan 323 Simpatisan MSAT

Jombang: Polres Jombang, Jawa Timur memulangkan ratusan orang simpatisan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT), pelaku pelecehan santriwatinya. Sebanyak 323 simpatisan MSAT sempat diamankan lantaran memblokade polisi dalam menjemput paksa pelaku.

Ratusan simpatisan MSAT alias mas Bechi diamankan dari pesantren Siddiqiyah, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang sejak, Kamis (7/7/2022) malam. AKP Giadi Nugraha, Kasat Reskrim Polres Jombang menyampaikan, para simpatisan dipulangkan pada Jumat (8/7/2022) sore.

Ia mengatakan, penahanan mereka terkait dengan pelaksanaan tugas kepolisian dalam penegakan hukum dalam proses penangkapan MSAT yang merupakan Daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Giadi menjelaskan, penahanan mereka sesuai dengan pasal 19 undang-undang TPKS Tahun 2022.

“Barang siapa orang-orang yang menghalangi merintangi atau menyembunyikan tersangka maupun terdakwa yakni dalam penyidikan ataupun dalam penuntutan dapat dikenakan ancaman pidana 5 tahun,” terang Giadi kepada wartawan.

Giadi menuturkan, ke-323 orang yang dipulangkan dalam keadaan sehat, dan ada beberapa diantaranya anak-anak di bawah umur. Dalam proses ini, pihak Polres Jombang telah melibatkan dinas Perlindungan perempuan dan anak (PPA) dan pemanggilan orang tua yang bersangkutan.

“Selain itu kita juga libatkan pemerintah setempat. Dari pendataan, dari 323 massa yang kita tahan hanya 68 orang yang warga asli Jombang Jawa Timur selebihnya dari luar warga kota Jombang, ada yang dari Jawa Tengah, dari Jawa Barat, Sumatera maupun Kalimantan,” ulasnya.

Sementara, lanjut Giadi, dari 323 tersebut sebanyak lima orang ditetapkan sebagai tersangka yang belum bisa dipulangkan. Mereka akan menjalani proses lebih lanjut dan ditahan di Mapolres Jombang.

“Mereka dikenakan pasal 19 undang-undang TPKS tahun 2022. Kita akan laksanakan penyelidikan lebih lanjut terhitung mulai hari ini. Sesuai prosedur, mulai sore ini kita laksanakan pemulangan secara bertahap. Seluruhnya kita lakukan pemeriksa kesehatan untuk memastikan ketika dipulangkan yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan baik,” ungkapnya.

MSAT sendiri kini ditahan di rutan Medaeng, Sidoarjo. Tersangka kekerasan seksual terhadap santriwatinya ditempatkan di ruang isolasi.

MSAT mulai ditahan pada Jumat (8/7/2022) dini hari. Sebelum dimasukkan ke ruang isolasi, serangkaian pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh petugas rutan Medaeng.

Kepala Rutan Medaeng, Wahyu Hendrajati mengatakan pihaknya menerima Subchi dini hari tadi dan langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan. Psikologis dan yang lainnya sehat,” kata Wahyu dalam konferensi pers.