Polres Bangka Barat Ungkap Kasus Penggelapan Mobil

0
(0)

Bangka Barat – Kepolisian Resor Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil mengungkap satu kasus penggelapan mobil yang melibatkan dua orang tersangka.

“Modus dari para pelaku, yaitu menyewa mobil kepada pelaku usaha persewaan, kemudian kendaraan tersebut digadaikan, uang hasil penggadaian tersebut digunakan pelaku untuk membayar hutang pribadi,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bangka Barat AKP Andri Eko Setyawan di Mentok, Ahad (5/7).

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus penggelapan tersebut berawal dari adanya laporan dari korban atas nama Ng Sak Kim alias Ce Kim (62), warga Kampung Tegalrejo, Mentok, yang merasa ditipu dua pelaku. Korban mengaku didatangi pelaku berinisial Hd (44), warga Keranggan, Mentok, yang ingin menyewa mobil selama dua hari pada 24 Juni 2020 .

Selanjutnya, atas perintah My (40), warga Kampung Telukrubiah, Mentok, pelaku Hd membawa mobil milik korban dan menggadaikan kepada Ilham. “Uang hasil gadai mobil tersebut kemudian digunakan My untuk membayar hutang,” ucapnya.

Setelah beberapa hari, pemilik mobil Ng Sak Kim khawatir karena mobil miliknya tidak dikembalikan Hd sesuai perjanjian dan kemudian melaporkannya kepada polisi. “Atas dasar laporan itu, kami melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para saksi, selanjutnya melakukan penangkapan terhadap pelaku Hd pada Selasa (30/6) di lapangan Gelora Mentok,” ujarnya.

Dari penangkapan itu, polisi mendapatkan informasi perbuatan menggelapkan mobil milik Ng Sak Kim tersebut dilakukan atas perintah My. Selanjutnya, polisi melakukan pengejaran terhadap My dan berhasil menemukan dalang dari kejadian itu di rumah keluarga pelaku yang beralamat di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Dalam kasus itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti, berupa satu unit mobil Toyota New Avanza, surat tanda nomor kendaraan, dan surat persyaratan dan ketentuan sewa mobil. Andri Eko mengimbau masyarakat yang memiliki usaha persewaan kendaraan agar lebih berhati-hati dalam menjalankan usahanya dan tidak memberikan kepada orang yang tidak dikenal.

“Pada kasus ini, pelaku Hd dikenakan Pasal 378 KUHPidana dan Pasal 372 KUHPidana, sedangkan tersangka MY Pasal 372 Junto 55 KUHPidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun,” ungkapnya. (ASF/ANT)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kasus Baru Covid-19 Capai 1.607: Jatim 552 Kasus, Jakarta 257, Jateng 208 dan Sulsel 136

Mon Jul 6 , 2020
0 (0) Jakarta – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pada Minggu pukul 12.00 WIB jumlah akumulatif kasus positif Covid-19 bertambah 1.607 menjadi 63.749 dan jumlah pasien yang sembuh dari infeksi virus corona jenis baru bertambah 886 menjadi 29.105 orang. “Penambahan kasus baru pada beberapa provinsi yang […]