Friday, April 16

Polisi Tangkap Tiga Diva Terduga Teroris

Site Logo

Site Logo
HOME
NASIONAL
INTERNASIONAL
DAERAH
EKONOMI
OLAHRAGA
TEKNOLOGI
HIBURAN
HUMANIORA
TANGGAP BENCANA
EDITORIAL
BERITA FOTO
PODCAST
VIDEO JURNALIS
INFOGRAFIS
INDEKS
Polisi Tangkap Tiga Diva Terduga Teroris
Bagikan :
Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan (Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)

Oleh: Immanuel Christian Editor: Nugroho 31 Mar 2021 10:40
KBRN, Jakarta: Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap tiga terduga teroris perempuan yang masih dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan, tiga terduga teroris itu mengetahui dengan jelas perencanaan bom bunuh diri di Gereja Katedral. Penangkapan ketiganya terkait peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

“Pertama inisial M, kedua MM dan MAN. Ketiganya adalah perempuan,” ujar Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/3/2021).

Ramadhan menjelaskan, MM berperan memberikan motivasi kepada kedua pelaku bom bunuh diri untuk melakukan amaliyah. Sedangkan, M berperan mengetahui adanya idad atau pelatihan di Villa Mutiara tempat penangkapan empat teroris yang ditangkap kemarin Senin (29/3/2021).

“Kemudian, MAN berperan yang melihat terakhir kali pelaku bom bunuh diri dan turut mengikuti kajian di Villa Mutiara,” katanya.

Kemarin, Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga melakukan penangkapan 13 teroris terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, empat orang ditangkap di Jakarta dan Bekasi. Mereka berinisial ZA, AA, AJ, dan DS.

Empat orang lainnya, kata Kapolri, juga ditangkap di Sulsel, yakni AS, SAS, MR, dan AA. Seluruhnya berperan bersama L dan YSF melakukan kajian, doktrin, serta membeli bahan juga alat peledak.

“Lima orang juga sudah diamankan di Bima. Satgas terus melakukan pengembangan,” ujar Sigit.

Diberitakan sebelumnya, terjadi ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) pukul 10.20 WITA. Bom tersebut diduga dilakukan inisial L dan YSF sebagai pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan lalu. Para pelaku dipastikan sebagai anggota dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *