by

Polisi Ajak Mahasiswa Sukseskan Vaksin

Dompu: Herd Immunity atau kekebalan kelompok, merupakan salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran wabah, seperti serangan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Pemahaman vaksin bagi kekebalan tubuh yang masuk dalam salah satu cara membentuk kekebalan kelompok, banyak tidak di pahami oleh masyarakat.

Kepolisian Resor Dompu, melalui program Vaksinasi Presisi Merdeka Goes To Campus. Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat mengatakan, untuk tahap awal pihaknya sudah berkoordinsi dengan STKIP dan STIE Yapis Dompu.

“Dua kampus itu siap dan mendukung program ini,” katanya, Sabtu (7/8/2021).

Kenapa Mahasiswa?, Syarif menjelaskan, Mahasiswa merupakan kaum terpelajar yang sangat paham dan peduli dengan kelangsungan Negara ini. Dengan telah divaksinnya mahasiswa, selain menyelematkan generasi penerus bangsa, juga diharapkan menjadi pioneer terdepan, untuk mensukseskan pembentuhan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Herd immunity, lanjut Syarif, adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

“Misalnya, jika 80% populasi kebal terhadap suatu virus, empat dari setiap lima orang yang bertemu seseorang dengan penyakit tersebut tidak akan sakit dan tidak akan menyebarkan virus tersebut lebih jauh,” jelasya.

Dengan cara ini, penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan. Bergantung pada seberapa menular suatu infeksi, biasanya 70% hingga 90% populasi membutuhkan kekebalan untuk mencapai kekebalan kelompok.

Selain itu, Syarif menjamin ketersediaan vaksin untuk program ini, sudah sangat mencukupi. Hasil Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, vaksin akan tetap tersedia berikut tenaganya. Bahkan, dalam program ini, Kapolres menyiapkan Door Prize berupa Voucher belanja sebesar Rp200 ribu untuk digunakan belanja di Bolly bagi beberapa mahasiswa yang beruntung.

Terbentuknya herd immunity di kampus, lanjut Syarif, selain sebagai agen untuk mensosialisasikan pentingnya vaksin, juga untuk kebutuhan pembelajaran tatap muka. Jika kekebalan kelompok sudah terbangun minimal 85 persen, maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa dilakukan dengan metode tatap muka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *