by

PHRI: Sektor Pariwisata Baru Pulih 50 Persen

Jakarta: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memperkirakan sektor pariwisata Indonesia baru pulih sekitar 50 persen hingga Juli 2022.

“Kita mengambil di sisi tahun 2019 sebelum pandemi. Kalau kita hitung semester 1 kondisi sekarang dibandingkan dengan 2019 kira-kira itu kita posisinya ya sekitar 50 persen. Jadi masih separuhnya dari sisi pendapatan. Dari sisi okupansi (keterisian kamar) dan sebagainya, cukup rentan juga,” kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani dalam perbincangan bersama pro 3 RRI, Senin (4/7/2022).

Menurutnya, masih dibutuhkan dukungan yang cukup besar untuk memulihkan sektor pariwisata di masa pandemi saat ini.

“Kekhawatiran kita sebetulnya dari pasarnya ya. Pasarnya ini sudah bisa confident enggak sih mereka untuk bergerak, yang paling utama itu sih,” ujar Haryadi.

Selain itu, kenaikan biaya menyusul masalah geopolitik dengan adanya konflik Rusia-Ukraina juga perlu diperhatikan.

“Ini kan dengan adanya kondisi geopolitik mengakibatkan semua naik. Apalagi bahan baku naik dan biaya energi juga ikut naik, ini menjadi masalah sendiri. Apalagi, market kita belum pulih tapi dari segi biaya mengalami kenaikan,” kata Haryadi.

Kemudian yang juga menjadi kekhawatiran Haryadi, masalah restrukturisasi utang pelaku pariwisata dengan perbankan.

“Ini kan kita akan due date di bulan Maret 2023, artinya masa relaksasinya akan berakhir di Maret 2023. Melihat situasi seperti ini apakah itu artinya industrinya akan sanggup kalau berakhir nanti 2023. Kemungkinan besarnya masih enggak sanggup artinya masih perlu relaksasi lagi,” ucap Haryadi.

Untuk itu, pihaknya telah membicarakan masalah ini dengan pihak perbankan atau Perbanas untuk menghitung kembali masalah tersebut.

Di sisi lain, Haryadi berharap kasus Covid-19 tidak naik kembali karena akan berpengaruh terhadap industri pariwisata Indonesia. Apalagi, Indonesia akan menyelenggarakan event-event internasional salah satunya perhelatan G20 di Bali di akhir tahun.