by

Petugas Minta Jemaah Indonesia Taat Protokol Kesehatan

Jeddah : Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Arsad Hidayat mengimbau kepada jemaah calon haji Indonesia untuk taat protokol kesehatan. Terlebih ketika jemaah sedang menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Arab Saudi, demi keselamatan dan kesehatan bersama.

“Walaupun di (Arab) Saudi, khususnya di ruang terbuka agak longgar, kami meminta jamaah haji tetap menjaga protokol kesehatan. Tetap menggunakan masker, baik di ruang terbuka maupun ruang tertutup. Ini upaya kita sebisa mungkin untuk mengantisipasi tidak ada jamaah haji Indonesia yang terpapar (virus) ketika menjadi jemaah haji,” ujar Arsad di Jeddah, Minggu (19/6/2022).

Hal yang sama juga disuarakan oleh Konsuler Jenderal RI untuk Arab Saudi di Jeddah, Eko Hartono. Eko mengimbau para jemaah yang sudah ada di Tanah Suci untuk tidak lupa menjaga kondisi stamina tubuh.

“Memang walaupun sudah longgar protokol kesehatannya, tetap menjaga diri sendiri. Pertama, tentu pakai masker. Jangan sering berkerumun. Kedua, membentengi stamina masing-masing. Minum air, banyak makan buah,” tutur Eko.

Bahkan Eko juga meminta agar para jemaah tidak melakukan aktivitas berlebihan.

“Jangan terlalu capek juga. Kita sering lihat, jemaah karena terlalu semangat, itu. (Haji) merupakan ibadah yang perlu stamina kuat. Semangat beribadah belum cukup kalau stamina kurang,” terang Eko lebih lanjut.

Tim dokter PPIH Arab Saudi dr. Andi Yanti, Sp.P juga sudah menyampaikan hal yang sama.

“Gunakan masker dengan baik dan benar, masker harus menutupi pangkal hidung dan seluruh mulut. Serta jika terkena cairan, segera diganti karena membran masker bisa tidak berfungsi dengan baik lagi,” ujar dr Andi Yanti spesialis paru, PPIH Arab Saudi.

Jika jemaah haji tidak menggunakan masker dengan baik dan benar, maka bakteri maupun virus penyebab Covid-19 ( SARS Cov-2) mudah masuk ke saluran pernapasan. Hal ini mengakibatkan jemaah dapat terpapar Covid-19.

Jemaah disarankan mengganti masker secara berkala minimal 6-8 jam, atau jika dirasa sudah kotor. Andi juga menambahkan, jemaah agar selalu mencuci tangan dengan sabun atau membawa hand sanitiser di dalam tas. Apabila sudah menyentuh barang di tempat umum, maka tangan harus segera dibersihkan.

“Cuci tangan sebelum tangan menyentuh hidung atau area mulut yang bisa jadi sarana untuk virus masuk ke dalam saluran pernapasan. Dan menimbulkan infeksi COVID-19,” ujar Andi.

Andi menyarankan agar jemaah sering berwudhu selama melaksanakan ibadah haji. Menurutnya, berwudhu merupakan teknik pembersihan diri yang paling optimal. Andi berharap, jemaah tetap patuh terhadap sejumlah protokol kesehatan selama menunaikan ibadah haji. Tujuannya agar jemaah haji tetap aman dan sehat selama menjalankan rangkaian ibadah haji.