Perusahaan Diminta Siapkan Transportasi Khusus Sementara untuk Pegawai Yang Tidak WFH

0
(0)

Jakarta : Melihat masih banyaknya sejumlah perusahaan yang tidak menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) ditengah wabah pandemi global virus Corona jenis baru atau COVID-19.

Pemerintah melalui Deputi Bidang Koordinasi Insfratruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ridwan Djamaluddin, menghimbau bagi sejumlah perusahaan tersebut untuk menyediakan kendaraan khusus untuk para pekerjanya agar bisa bekerja di kantor dengan aman.

“Kami menyarankan kepada beberapa pihak, untuk disediakan angkutan yang khusus, jangan sampe pekerja-pekerja itu naik kendaraan umum menuju ketempat mereka bekerja,” kata Ridwan Djamaluddin, dalam konferensi pers visualnya, Jakarta (2/4/2020).

Lebih lanjut, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Ridwan Djamaluddin menjelaskan, adanya himbauan tersebut juga dipertimbangkan dengan melihat akan masih terdapatnya sejumlah pekerja yang tidak dapat melakukan pekerjaannya dari rumah ditengah pembatasan transportasi umum dikawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), dalam upaya meminimalisir penyebaran virus COVID-19.

“Kita menyelamatkan orangnya (pekerjanya) dulu, untuk itu misalnya soal transportasi, kita tau sekarang transportasi dikurangi dengan upaya supaya orang-orang lebih banyak bekerja dari jauh aja, jika memang tidak harus dateng ketempat,” jelasnya lagi.

Sebab menurut Ridwan, selama masa pandemi global virus COVID-19, sudah terdapat sejumlah perusahaan yang telah menyiapkan angkutan khusus sementara untuk pekerjanya. Deputi Bidang Koordinasi Insfratruktur dan Transportasi Kemenko Marves itu juga menyebut, bagaimana pun keselamatan pekerja tetap menjadi prioritas.

“Saya sekali lagi mengatakan, slow down sedikit enggak apa-apa, tetapi kita menyelamatkan orangnya dulu,” tutup Ridwan Djamaluddin, Deputi Bidang Koordinasi Insfratruktur dan Transportasi Kemenko Marves.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Komnas HAM Minta BPJS Segera Turunkan Tarif Sesuai Putusan MA

Thu Apr 2 , 2020
0 (0) Jakarta : Hingga memasuki Bulan April 2020 ini besaran Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum juga turun meskipun putusan Mahkamah Agung keluar pada Februari 2020 lalu. Putusan MA yang dimaksud yakni membatalkan Peraturan Presiden nomor 75 tahun 2019 tentang jaminan kesehatan, yakni kenaikan 100 persen iuran […]