by

Pertamina Tunggu Pemerintah, Wacana Beralih Pertamax

Tarakan: Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin sudah menyampaikan alasan penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium tahun 2022 nanti.

Penghapusan BBM beroktan 88 ini dilatarbelakangi rencana Indonesia menuju energi hijau, sebagaimana peta jalan (road map) yang sudah disusun oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sales Branch Manager Rayon V Kaltimtara, Fuel Pertamina Tarakan, Azri Ramadan Tambunan menuturkan, meski sudah ada rilis resmi kebijakan tersebut, namun pihaknya akan menunggu regulasi resmi yang akan dikeluarkan oleh pemerintah.

“Pertamina sampai saat ini masih menunggu surat edaran dari pemerintah. Kalau sudah ada surat edaran resmi, kami pun akan siap mengikuti semua aturan tersebut,” ujarnya dalam keteranganRabu (29/12/2021).

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk perubahan penggunaan BBM dari jenis Premium ke Pertalite dan Pertamax. Bahkan untuk menarik simpati masyarakat, pihaknya sudah pernah memberlakukan harga khusus untuk BBM jenis Pertalite dari harga normal.

Promosi yang dilakukan, di lembaga penyalur Pertamina, di SPBU dan APMS harga untuk Pertamax dan Pertalite disamakan. Ia pun mendapati sudah banyak masyarakat yang mengalihkan penggunaan BBM dari Premium ke Pertalite dan Pertamax.

“Khusus Pertamax, ada kenaikan permintaan dari SPBU dan APMS. Dari situ kita ketahui bahwa konsumsi masyarakat terhadap BBM jenis Pertamax sudah ada kenaikan. Jadi, konsumsi di Tarakan itu sekitar 350 kilo liter (KL) per bulan untuk BBM jenis Pertamax,” jelasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *