by

Personel TNI Temukan Black Box Rimbun Air

Jakarta: Personel TNI dari Satgas Pamtas Mobile (Penyangga) Yonif Para Raider 501/BY berhasil menemukan dan mengamankan black box pesawat Rimbun Air cargo seri Twin Other 300 PK-OTW di pegunungan Kab. Intan Jaya, Papua, Kamis (16/9/2021).

Hosting Unlimited Indonesia

Penemuan black box pesawat Rimbun Air diunggah akun Instagram Yonif Para Raider 501/BY yang dilihat RRI.co.id, Jumat (17/9/2021).

Sedangkan korban kecelakaan Pesawat Rimbun Air, Twin Otter DHC6-300/PK-OTW PK-OTW yang berhasil dievakuasi, akibat kecelakaan tersebut sejumlah 3 orang yaitu Pilot, Copilot, dan Engineer pesawat.

Diketahui, pesawat Rimbun Air mengalami kecelakaan dan jatuh di Kab. Intan Jaya, Papua pada hari Rabu (15/9/ 2021) pukul 07.37 WIT Pesawat Rimbun Air Pk OTW hilang kontak di Distrik Sugapa Kab. Intan Jaya dari Kab. Nabire.

Pukul 06.40 WIT diinfokan pesawat ini telah take off dari Kab. Nabire menuju Kab. Intan Jaya, melalui Airnav Sugapa Bandara Bilorai Kab. Intan Jaya yang melakukan komunikasi terakhir dengan pilot sebelum hilang kontak.

Setelah menemukan dengan cepat titik kontak terakhir dan didukung oleh operasi drone, maka Komandan Satgas Pamtas Mobile (Penyangga) Yonif PR 501/BY Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya sebagai Komandan Operasi Evakuasi mengambil alih penyiapan evakuasi dan mengeluarkan quick respond team untuk segera menuju lokasi yang sudah dipastikan kedudukannya tersebut.

Dengan pertimbangan medan yang menantang berupa ketinggian yang ekstrem, hujan deras, dan berkabut tebal sehingga pengerahan personel operasi evakuasi ini melibatkan satuan gabungan yang terdiri dari 4 Tim Satgas Yonif PR 501/BY (2 Tim pengaman rute dipimpin Lettu Inf Raditya, 2 Tim Evakuasi dipimpin Lettu Inf Rahmanto), 1 Tim Nanggala, 2 Tim Nemangkawi dan 1 Tim Basarnas dengan dibantu masyarakat setempat. Pembagian organisasi lapangan ini dibagi beberapa kelompok tugas meliputi, Tim Pengamanan Rute, Tim Pengamanan TKP, Tim Evakuasi Korban, dan Tim Pencari Black Box.

“Seluruh obyek yang direncanakan untuk dievakuasi dan diamanakan, dapat ditemukan dengan cepat sesuai rencana, dengan waktu kurang dari 12 jam, dimulai tanggal 15 September 2021 pkl 17.30 WIT s.d tanggal 16 September 2021 pkl 05.45 WIT, menggunakan rencana alternatif 2 yaitu pelaksanaan evakuasi jalur darat, ujar Arfa Yudha.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *