Perpusnas Perkuat Pemahaman Masyarakat Sadar Literasi

Jakarta –  Dalam menciptakan masyarakat unggul yang sadar literasi.Pemahaman tentang literasi tentunya sebuah peran yang tak tergantikan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia. Kini Literasi bukanlah sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan yang memberdayakan individu untuk berpikir kritis, berkomunikasi dengan efektif, dan pada akhirnya berpartisipasi aktif dalam percaturan global. 

Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Perpusnas RI, Sri Marganingsih mengatakan Usaha untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat semakin massif. 

“Dunia literasi adalah pintu gerbang menuju pengetahuan, pemahaman yang lebih baik, dan potensi tak terbatas”,  ujarnya dalam media gathering Perpusnas dengan tema “Media Meningkatkan Pemahaman Dunia Literasi dan Perpustakaan Nasional”, di Ballroom Hotel JW Mariot, Jakarta, Selasa (5/9/2023) Acara juga dihadiri Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas, Agus Sutoyo.

Bahkan menurutnya lagi, Kemampuan literasi dalam membuka akses ke informasi dan peluang yang berlimpah, memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang lebih baik dalam hidup.

“Sebagai lembaga pemerintah non kementerian, mempunyai tugas, sebagaimana yang diamanatkan, dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yaitu melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perpustakaan yang meliputi, menetapkan kebijakan nasional, kebijakan umum dan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan”,Tuturnya.

Kemudian lanjutnya lagi, melaksanakan pembinaan, pengembangan, evaluasi, dan koordinasi terhadap penyelenggaraan  perpustakaan, serta membina kerja sama dalam pengelolaan berbagai jenis perpustakaan, sesuai dengan  Standar Nasional Perpustakaan. Perpusnas juga mempunyai fungsi sebagai perpustakaan pembina, feposit, rujukan, penelitian, pelestarian dan sebagai pusat jejaring perpustakaan.sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, dan juga Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang ditindaklanjuti, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang mana Perpustakaan, ditetapkan sebagai urusan wajib, non pelayanan dasar.

“kelembagaan perpustakaan dalam bentuk dinas, wajib dibentuk disetiap didaerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Perpustakaan menyediakan layanan yang bertransformasi sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan masyarakat,” ungkap Sri.

Ia Juga menjelaskan jika arah transformasi menekankan bahwa paradigma  perpustakaan kini telah berubah. Paradigma baru perpustakaan mengarahkan sumber daya dan upaya perpustakaan dengan proporsi 10 persen untuk manajemen koleksi 20 persen untuk manajemen pengetahuan ; dan 70 persen untuk transfer pengetahuan . 

“Istilah ini, Kami menyebut pengaturan proporsi ini sebagai perpustakaan menjangkau masyarakat,” ujar Sri.

Data terakhir pada 2022 mencatat tidak kurang dari 16.331 pegiat literasi tersebar di berbagai penjuru Tanah Air. Perpusnas melihat potensi ini sebagai kekuatan yang harus dikolaborasikan melalui Akademi Literasi dan terus didorong perkembangannya.

Jadi lanjutnya lagi, tujuan dari Akademi Literasi ialah mewujudkan kolaborasi pegiat literasi melalui pemberdayaan masyarakat yang integratif dan partisipatif, serta meningkatkan nilai gemar membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat.Sejak tahun 2018, Perpustakaan Nasional memiliki program prioritas nasional yaitu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Bahkan Program ini mendapat dukungan dari Bappenas RI yang merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan. Program ini terdiri dari kegiatan pendampingan, bimtek, bantuan TIK, bantuan koleksi siap pakai dan rak buku, dan perangkat jaringan untuk akses internet.

“Sejak 2015-2022, terjadi peningkatan signifikan terkait pemanfaatan layanan perpustakaan daring, mulai dari Khastara, e-resources, Indonesia One Search (IOS), iPusnas, dan Tanya Pustakawan melalui chat,” katanya.

Sebagai instansi yang berorientasi pada jasa layanan, Perpustakaan Nasional terus berusaha untuk meningkatkan layanan secara prima. Dengan Kegiatan Media Gathering ini merupakan upaya  Perpustakaan Nasional dalam rangka membina hubungan baik dengan  media sekaligus wujud dari kesadaran akan peran vital literasi dalam masyarakat, serta bagaimana media menjadi sarana utama dalam menyebarkan informasi dan pesan-pesan literasi yang bermanfaat.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *