Friday, May 7

Perbedaan Pilihan Politik Jangan Dibawa ke Masjid

Jakarta–Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan meningkatkan fasilitas masjid adalah wujud agar tempat ibadah benar-benar berfungsi untuk memberikan pelayanan. Pelayanan berupa kegiatan ibadah dan muamalah duniawiyah dan juga menjadi pusat ketakwaan umat.

“Ketakwaan bukan hanya sebagai dimensi ibadah, tetapi juga harus melahirkan sikap kesalehan sosial bagi setiap jamaah yang memakmurkan masjid ini. Kaitan dengan hablum minallah maka masjid harus menjadi pusat iman dan tauhid yang memantulkan sikap dekat dengan Allah tetapi juga membawa nilai nilai illahi dalam kehidupan,” tutur Haedar pada Ahad (10/4) saat meresmikan pembangunan serambi Masjid Al Furqan Nitikan.

Haedar juga menyebutkan bahwa masjid harus menjadi pusat pencerahan hati, alam pikiran, sikap dan tindakan setiap kaum muslim atau setiap muslim yang selalu beribadah di masjid ini.

“Setiap jamaah akan menajdi uswah khasanah, menjadi teladan yang baik, kebaikan dan kejujurannya dan segala hal serba makruf terpancar dalam kehidupan diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara,” katanya.

Masjid juga harus sebagai pusat tanwir, pusat pencerahaan yang diwujudkan dalam hablum minannas. Ketika masjid menjadi pusat hablum minallah dan hablum minannas maka tidak ada masalah kita dalam kehidupan pribadi dengan masjid, imbuhnya.

Masjid juga harus menjadi pusat islah, perdamaian. Perbedaan paham yang menyangkut pilihan kehidupan tidak menjadi dipertajam di masjid, namun ada islah dari masjid, perbedaan pilihan salah satunya pilihan politik dalam kehiudpan jangan di bawa ke masjid.

“Masjid sebagai pusat islah harus memancarkan pencerahan bagi kehidupan masyarakat. Sebagai pusat amal sholeh, dari masjid ini harus lahir berbabagai amal sholeh dan amal kebaikan yang membawa nilai positif bagi siapa pun,” katanya. “Warga jamaah harus mengasah untuk bersama-sama memancarkan amal sholeh, dari masjid juga harus ada gerakan keilmuan, yang diimplemnetasikan lewat pengajian, bacaan al-Quran dan hadist serta menelaah dinamika kehidupan,” tambah.

Haedar mengajak pengurus dan jamaah Masjid Al-Furqan Nitikan dan masjid-masjid Muhammadiyah lainnya untuk memancarkan semangat dan spirit masjid sebagai pust pencerahan, hablum minannas dan hablum minallah. “Koreksi diri jika ada kelemahan dalam kehidupan, masjid harus menjadi tempat yang bersih, masjid jangan menjadi sumber masalah bagi masyarakat, apa pun itu masalahnya. Dan masjid juga harus menjadi penyambung dengan lembaga-lembaga lain, serta masjid harus menjadi teladan dan uswah khasanah,” tutup Haedar. (NE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *