Pengamat : Peluang Kader PKS Menangi Kursi Walikota Bogor Cukup Besar

Bogor – Kota Bogor merupakan salah satu etalase politik nasional yang cukup diperhitungkan, terutama di wilayah Jawa Barat. Kota ini adalah representasi politik di Jabar, karena itulah semua orang ingin bertarung, ingin menang dan menjadi walikota di Bogor. Menurut pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, masuknya bursa kader internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai kandidat walikota dalam pilkada serentak November nanti dinilai cukup fair karena menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi dari sebuah partai politik.

“Ketika PKS memenangkan kursi parlemen di kota Bogor lalu mencalonkan kadernya menjadi walikota, itu sah-sah saja. Namun yang menjadi persoalan, apakah pilkada itu berbanding lurus dengan kemenangan pemilu legislatif. Sebenarnya bisa berbanding lurus. Dalam pileg memilih partai dan orang, demikian juga dalam pilkada. Desainnya seperti itu dan polanya tidak jauh berbeda,” ungkapnya saat dihubungi di Jakarta.

Di dalam pilkada, tutur Pangi, masyarakat memilih figur dan bukan partai pengusungnya. Karena 65 persen alasan seseorang memilih calon kepala daerah ditentukan oleh tokohnya, dan hanya 10 hingga 15 persen karena partai pengusung.

“Tantangannya, sejauh mana PKS menyiapkan figur yang populis, karena kadangkala dalam pilkada itu orang memilih karena dasar dikenal, disukai dan lalu dipilih. Mereka tidak memilih karakter pemimpin yang mampu mengatasi masalah, tidak juga sosok yang mampu mengurai persoalan fundamental di tingkat hulu hingga hilir. Mereka tidak memilih calon pemimpin yang mampu mengatasi masalah yang setiap hari mereka hadapi. Jadi mereka itu memilih karena kenal dan suka.”

Sebagai partai pemenang pemilu kota Bogor, tambah Pangi, PKS pantas menduduki posisi walikota jika punya figur populis.

“Jika mesin partainya bagus, lalu figurnya populis, maka menurut saya tidak ada lawan tanding yang sebanding. Tidak ada yang bisa menyalip di tikungan, dan kans menangnya besar.”

Pangi mengatakan kecenderungan partai lain mengambil pendamping dari PKS karena mesin partainya yang dapat diandalkan.

“Mesin PKS itu tidak kaleng-kaleng, tidak main-main dan bukan main. Ini yang menjadi poin penting kenapa ada titik persamaan kepentingan orang untuk menggandeng kader PKS.”

Menurutnya, peluang Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto untuk bertarung memperebutkan kursi Walikota Bogor cukup besar.

“Kalau Ketua DPRD bertarung, punya mesin partai, punya elektoral, populis, dekat dengan rakyat, perhatian sama rakyat, rekam jejaknya teruji, kinerjanya bagus, sudah menjadi tokoh lama di kota Bogor, menurut saya kansnya lebih besar daripada wakil walikota petahana. Namun jika digabungkan, itu pun juga cukup layak jual dan menjanjikan. Siapa yang berani melawan?” tutupnya.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *