Pengamat: Data Covid-19 Bocor Berisiko Timbulkan Sanksi Sosial

0
(0)

Jakarta – Pengamat keamanan siber dari lembaga nirlaba Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) menilai, dugaan kebocoran data pasien Covid-19 menambah buruk deretan peretasan yang berakhir dengan pengambilan data oleh peretas.

Menurut dia, jika benar terjadi kebocoran data pasien Covid-19, tidak hanya menimbulkan masalah bagi keamanan siber, namun juga menimbulkan sanksi sosial di masyarakat. Meski begitu, dugaan kebocoran tersebut masih perlu dicek lagi.

“Masih harus dicek secara forensik digital dari mana asal data tersebut, dari Kementerian Kesehatan atau lembaga lain yang mengelola data Covid-19,” kata Ketua CISSReC, Pratama Prasadha, Sabtu (20/6).

Beredar kabar data Covid-19 Indonesia diperjualbelikan di situs gelap, antara lain, berupa tanggal laporan, status pasien, nama responden, kewarganegaraan, jenis kelamin, usia, nomor telepon, alamat tinggal, keluhan yang dialami, bahkan nomor induk kependudukan (NIK).

Menurut Pratama, peretas tidak hanya memburu data-data yang berkaitan langsung dengan finansial, misalnya kartu kredit, namun, juga informasi seperti yang disebutkan di atas.

Jika data seperti itu jatuh ke tangan peretas, risiko yang dihadapi negara bukan hanya tentang keamanan siber. Namun, juga kondisi sosial di masyarakat terutama jika yang mengantongi data bertujuan menimbulkan kegaduhan.

Pratama mencontohkan saat ini masih ada masyarakat yang sensitif terhadap isu Covid-19. Jika data tersebut bocor, pasien bisa saja dikucilkan dari lingkungannya.

“Hal yang bisa menimbulkan gesekan horizontal,” kata Pratama.

Pratama berpendapat perlindungan data dan keamanan siber masih menjadi pekerjaan yang berat. Faktor yang paling mempengaruhi adalah undang-undang, porsi anggaran, dan budaya birokrasi.

Dia berharap perbaikan yang pro pada perlindungan data dan penguatan sistem elektronik bisa merata dan menjadi prioritas negara.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara untuk menelusuri kebenaran peretasan tersebut. Peretas di situs gelap RaidForums menjual basis data Covid-19 Indonesia hasil peretasan pada 20 Mei lalu. (Aza/Ant)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pemuda Sableng, Tiduri PSK Gratis Masih Juga Embat Uang Rp1 Juta

Sun Jun 21 , 2020
0 (0) Palangka Raya – Polisi menangkap seorang pemuda berinisial AN (28), warga Jalan G Obo, Palangka Raya, yang mengaku sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah, setelah meniduri dan mencuri uang pekerja seks komersial (PSK). Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Agung Gultom, Sabtu, mengatakan bahwa […]