by

Penerima THR, Kemenaker Terbitkan Ketentuan

Jakarta: Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengeluarlan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Dalam surat edaran dengan nomor M/1/HK.04/IV/2022 tersebut diatur status pekerja yang berhak menerima THR, termasuk pekerja yang berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), buruh harian, pekerja rumah tangga, pekerja outsourcing, tenaga honorer dan lain sebagainya.

“Perusahaan wajib membayar THR kepada karyawannya paling lambat tujuh hari sebelum lebaran,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah saat menyebutkan isi dalam surat edaran tersebut, Jumat (8/4/2022).

Ida menjelaskan dalam SE tersebut disebutkan pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 bulan upah.

“Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan tetapi kurang dari 1 tahun, THR diberikan secara proporsional,” jelasnya.

“Dalam SE THR bahwa pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 tahun atau lebih maka upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum Hari Raya keagamaan,” sambungnya.

Ida melanjutkan SE tersebut diterbitkan karena pemerintah menilai ekonomi nasional telah pulih.

“Pemberian THR bagi pekerja atau buruh, ujarnya, merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan,” kata Ida.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.