by

Penerbangan di Bandara Sekitar Semeru Tetap Normal

Jakarta: Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara yang berlokasi di sekitar Gunung Semeru tetap berjalan normal. Misalnya Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Bandara Banyuwangi, dan Bandara Juanda Surabaya.

Hal itu disampaikan Plt Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiartono, Selasa (6/12/2022). Menurut dia, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan di bandara-bandara tersebut.

“Kami langsung berkoordinasi begitu ada kabar erupsi Gunung Semeru,” ujar Nur Isnin. “Berdasarkan informasi yang diterima, ternyata penerbangan masih berjalan normal.”

Nur menambahkan Ditjen Perhubungan Udara telah membangun sistem teknologi informasi berbasis web dalam penyediaan informasi aeronautika terpadu. Penggunaan sistem I-WISH (integrated web-based aeronautical information system handling) tersebut tertuang dalam Peraturan Dirjen Hubud No. KP 153/2019.

“Peraturan itu dibuat dalam rangka penanganan dampak abu vulkanik terhadap operasional penerbangan,” ujarnya. Atau dengan kata lain untuk meningkatkan keselamatan penerbangan saat terjadi letusan gunung berapi.

Pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem tersebut yaitu AirNav Indonesia serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kemudian Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kantor otoritas bandar udara, serta badan-badan usaha di bidang perhubungan udara.

Berdasarkan ‘ash notice to airmen’ AirNav Indonesia, sebaran abu vulkanik Semeru mengarah ke barat daya berkecepatan 20 knot. Untuk itu, ketiga bandara yang dekat lokasi erupsi perlu dipantau secara intensif.

Nur Isnin telah mengimbau Kantor Otoritas Bandara Udara Wilayah III Surabaya serta pemangku kepentingan terkait untuk tetap siaga. Tujuannya untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan di tengah perkembangan erupsi Gunung Semeru.

Dia mengaku bahwa Bandara Abdulrachman Saleh Malang adalah yang paling terdampak abu vulkanik Semeru. “Namun, itu tidak sampai membuatnya ditutup karena kami terus memonitoring secara intensif,” ujar Nur Isnin.