Pendatang Membanjiri Calon Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara

0
(0)

Penajam Paser Utara – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyatakan gelombang urbanisasi tidak terbendung. Ini setelah daerah itu ditetapkan sebagai bagian dari ibu kota negara Indonesia yang baru.

“Dibandingkan penduduk pindah keluar, lebih banyak penduduk baru yang pindah masuk,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyanto, di Penajam, Sabtu (2/5). Pemkab setempat kesulitan untuk membendung.

Selama Januari sampai Maret 2020, lebih kurang 700 penduduk baru terdaftar di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Penajam Paser Utara. Pada April 2020, penduduk baru yang mendaftar ke Kantor Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 50 orang.

Lonjakan arus urbanisasi tersebut, lanjut dia, diduga kuat dipengaruhi rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Penduduk baru yang masuk Kabupaten Penajam Paser Utara itu, tutur Suyanto, dominasi dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Untuk sementara proses administrasi kependudukan selama pandemi Covid-19 ditunda atau dihentikan sementara waktu. “Proses dokumen kependudukan itu ditunda untuk memutus rantai penyebaran virus corona di wilayah Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Ia menyebut kedatangan warga pendatang ke Kabupaten Penajam Paser Utara masih tidak terbendung saat pandemi Covid-19. Mereka masuk Kabupaten Penajam Paser Utara, katanya, untuk mendapat akses pekerjaan di ibu kota negara (IKN) baru.

Jumlah warga pendatang cukup banyak. Diduga upaya memperketat pintu masuk Kabupaten Penajam Paser Utara selama pandemi Covid-19 belum berjalan efektif. (Ant/AS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Penarikan Dubes Australia di Jakarta tak Terkait Penanganan Covid-19 di Indonesia

Sat May 2 , 2020
0 (0) Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, angkat bicara terkait penarikan Duta Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta, Gary Quinlan. Dia mengatakan bahwa penarikan Gary untuk kembali ke Canberra karena alasan kesehatan. “Kondisi fisik beliau dianggap relatif rawan kalau dalam kondisi seperti ini tanpa pengawasan khusus. Jadi […]