Pendalaman Kasus dan Kronologi Helikopter Mewah Firli

0
(0)

Jakarta: Anggota Dewan Pengawas KPK, Syamsuddin Haris menyatakan telah memanggil saksi saksi diduga mengetahui, atau menerima informasi terkait kegiatan penerbangan Ketua KPK, Firli Bahuri menumpangi helikopter mewah, berkode PK-JTO.

“Dewas masih akan terus kumpulkan bukti dan meminta keterangan saksi saksi. Serta, pihak pihak yang tahu, mendengar, melihat, dan/atau memiliki info terkait isu tersebut,” kata anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris kepada wartawan, Minggu (28/6/2020).

Dugaan pelanggaran etik hingga gratifikasi membayangi Firli Bahuri sebagai pimpinan lembaga antirasuah lantaran menumpangi helikopter dalam perjalanan ke Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, pada Sabtu (20/6/2020) pekan lalu.

Namun, meski sejumlah saksi sudah dipanggil Dewas KPK, Syamsuddin masih enggan ungkap nama nama saksi yang akan dipanggil berikutnya.

“Pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kode etik, tentu tidak cukup didasarkan keterangan satu orang,” ungkap Syamsuddin.

Selain itu, Dewas KPK juga mengonfirmasi bahwa telah memanggil Ketua KPK Firli Bahuri untuk dimintai keterangan terkait laporan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Menurut Dewas KPK, Firli telah memenuhi panggilan, pada Kamis (25/6/2020).

MAKI telah melaporkan Firli soal dugaan pelanggaran etik karena naik helikopter mewah saat kunjungan ke Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Sedangkan laporan MAKI disampaikan ke Dewas KPK, pada Senin (22/6/2020).

Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK mengatur bahwa insan KPK tidak boleh menunjukkan gaya hidup hedonisme.

Sementara, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku telah melakukan komunikasi dengn Firli soal kabar heboh naik helikopter mewah itu. Alex mengklaim Firli menyewa helikopter tersebut guna efisiensi waktu perjalanan.

“Ya disampaikan saja, kemarin itu memang yang bersangkutan (Firli, red) cuti ke Baturaja. Dia kabarnya, yang bersangkutan naik helikopter dan itu memang bayar. Karena pertimbangannya dari Palembang ke kampung dia (Firli, red) kalau naik mobil berapa itu, 7 jam atau berapa,” kata Alex kepada wartawan usai kegiatan pembagian masker di Stasiun Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2020).

Alex juga belum menjelaskan dengan lengkap perjalanandan tujuan Firli di Baturaja. Tapi, apabila dicek menggunakan dua wilayah Palembang-Baturaja, jarak tersebut berkisar 203 kilometer, dan dapat ditempuh 4 jam melalui perjalanan darat.

Laporan MAKI

Sedangkan, Boyamin dalam laporan MAKI ke Dewas KPK, ia melampirkan tiga buah foto menunjukkan kegiatan Firli, termasuk saat Firli menumpangi helikopter berkode PK-JTO.

“Helikopter yang digunakan adalah jenis mewah (helimousin, red) karena pernah digunakan Tung Desem Waringin yang disebut sebagai Helimousine President Air,” kata Boyamin.

Boyamin juga mempersoalkan Firli yang tampak tidak menggunakan masker saat sudah duduk di dalam helikopter. Firli dituding tidak menerapkan protokol kesehatan yang baik di tengah wabah Covid-19.

“Hal ini bertentangan dengan statement Firli yang hanya mencopot masker sejenak ketika ketemu anak-anak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hal ini bisa diartikan Firli tidak memakai masker mulai ketemu anak-anak hingga naik helikopter,” ujar Boyamin.

Bahkan, dugaan Firli difasilitasi seorang pengusaha juga diungkap Boyamin. Perjalanan Firli di Palembang, seperti dilansir Koran Tempo, Sabtu (27/6/2020), Firli tiba di Palembang, Sabtu (20/6/2020).

Selama di Palembang, Firli menumpangi minibus Toyota Alphard bernomor polisi BG 50 NG berwarna putih. “Dia naik Alphard milik pengusaha kayu Palembang,” sebut sumber Koran Tempo.

Masih dari pengakuan sumber tersebut, Firli bersama anak dan istri menginap di satu hotel di Palembang. Sumber itu menyebut hotel itu milik seorang pengusaha yang diuga menjadi tersangka kasus suap.

Sedangkan berdasarkan penelusuran dokumen Civil Aircraft Register Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan tahun 2019, helikopter dengan kode PK-JTO dioperatori oleh PT Air Pasifik Utama.

Nama operator helikopter itu ternyata berafiliasi dan milik PT Multipolar Tbk, bagian dari Lippo Group. Alamat PT Air Pasifik Utama juga di Kompleks bisnis Cyber Park Lippo Karawaci, Tangerang, Banten.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Gegara Ini Jokowi Murka dan Ancam Reshuffle

Mon Jun 29 , 2020
0 (0) Jakarta: Presiden Joko Widodo mengaku tidak puas dengan kinerja para menteri, terlebih saat Indonesia tengah dilanda pandemi COVID-19. Bahkan, ancaman perombakan kabinet atau pembubaran lembaga negara pun diungkapkan oleh Jokowi. Kejengkelan Jokowi ini terungkap dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana pada 18 Juni 2020 lalu yang berlangsung tertutup. […]