Friday, May 7

Pendaftaran Calon Penerima Vaksin Harus Diperbaiki

Jakarta: Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan juga anggota Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), dr Kuntjoro Harimurti mengatakan jika pemerintah harus memperhatikan beberapa hal dalam melaksanakan vaksin covid-19 tahap kedua.

Ia menyampaikan jika salah satu yang harus menjadi perhatian pemerintah diantaranya adalah terkait dengan mekanisme pendaftaran bagi para calon penerima vaksin COVID-19.

“Masalah teknis pendaftaran, pencatatan dan sebagainya itu perlu untuk diperbaiki, baik oleh Kementerian Kesehatan melalui aplikasinya, maupun oleh dinas-dinas kesehatan di daerah. Sinkronisasi data, dan hal lainnya tentu harus terus dilakukan dan hal tersebut akan mempengaruhi angka cakupan dari program vaksinasi ini,” jelasnya dalam keterangan yang diterima RRI, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya jika vaksinasi terhadap tenaga kesehatan relatif mudah untuk dikumpulkan di fasilitas pelayanan kesehatan. Sementara bagi masyarakat umum dan petugas publik tentu akan sulit.

“Tentu saja tersebar dan tidak semua instansi memiliki fasilitas pelayanan yang bisa digunakan sebagai tempat vaksinasi. Jadi persiapan di lapangan harus sangat matang,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pelaksanaan vaksinasi di tempat publik juga harus menjadi perhatian. Ia berharap agar pemerintah menyediakan tempat yang terbuka dan luas agar protokol kesehatan dapat dilaksanakan bagi mereka yang sedang menunggu giliran.

“Jangan sampai malah menciptakan cluster penularan yang baru,” imbuhnya.

Dr Kuntjoro kembali berpesan bahwa vaksinasi ini merupakan kesempatan bagi kita semua untuk bersama-sama mengatasi pandemi COVID-19. Vaksinasi merupakan salah satu dari upaya keseluruhan yang selama ini telah dilaksanakan oleh masyarakat.

“Jangan merasa kebal terhadap COVID-19 walau sudah divaksinasi, tetap harus menjaga protokol kesehatan. Saat kesempatannya tiba, dan telah mendapatkan undangan dari pemerintah, gunakanlah kesempatan untuk divaksinasi tersebut dengan sebaik-baiknya. Jika tidak melakukan vaksinasi, maka tidak hanya merugikan diri sendiri, namun juga merugikan orang yang lainnya,” pungkasnya. (MDS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *