by

Penarikan Uang Selama Ramadan Tembus Ratusan Triliun

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi peningkatan perputaran uang selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1443 Hijriah/2022 mencapai Rp180 triliun, baik secara tunai maupun nontunai.

Untuk penarikan uang tunai, terjadi peningkatan 16.6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021, yaitu dari Rp154.5 triliun menjadi Rp180.2 triliun. Peningkatan itu, bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan masa sebelum pandemi (Mei 2019) yang tercatat sebesar 9.21 persen.

“Penarikan uang tunai pada masa Ramadan dan Idul Fitri tahun ini masih dalam kisarang alokasi uang yang disiapkan Bank Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Selasa (10/5/2022).

Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai di masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, BI menyediakan uang tunai sebesar Rp202.7 triliun, dengan tambahan sebesar Rp27.4 triliun dari proyeksi semula sebesar Rp175.26 triliun.

Penyediaan uang tunai ini meningkat 31.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan BI, wilayah dengan penarikan tunai tertinggi yaitu Jawa sebesar Rp110.1 triliun, tumbuh 19.6 persen (yoy). Tertinggi kedua adalah Sumatera sebesar Rp35.3 triliun, tumbuh 6.5 persen (yoy).

Menyusul Sulawesi, Maluku, Maluku Utara-Papua, sebesar Rp15.0 triliun, tumbuh 13.3 persen (yoy). Kalimantan sebesar Rp12.5 triliun, tumbuh 15.2 persen (yoy). Serta Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp7.4 triliun, tumbuh 42.4 persen (yoy).

Selain penarikan uang pecahan, BI juga mencatat penukaran uang melalui Bank Indonesia selama periode Ramadan dan Idulfitri mencapai Rp1.3 triliun.

“Tahun ini, BI menghadirkan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) untuk mendukung layanan penukaran ritel kas keliling BI agar penukaran semakin Mudah, Aman, Nyaman, Terjamin, Akurat, serta Pasti (Mantap),” tukas Erwin.

Sementara itu, untuk transaksi nontunai melalui BI-Fast terjadi peningkatan dari sisi nominal maupun volumenya. Nominal transaksi BI-FAST bulan April 2022 tumbuh sebesar 51.88 persen (mtm) mencapai Rp100.25 triliun, dan secara volume tumbuh 32.72 persen (mtm) mencapai 24.55 juta transaksi.

Nominal transaksi tertinggi terjadi pada H-7 Idulfitri, Senin (25/4), sebesar Rp5.93 triliun dengan volume sebanyak 1.28 juta transaksi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.