Friday, June 18

Penarikan Dubes Australia di Jakarta tak Terkait Penanganan Covid-19 di Indonesia

Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, angkat bicara terkait penarikan Duta Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta, Gary Quinlan. Dia mengatakan bahwa penarikan Gary untuk kembali ke Canberra karena alasan kesehatan.

“Kondisi fisik beliau dianggap relatif rawan kalau dalam kondisi seperti ini tanpa pengawasan khusus. Jadi ini sebenarnya kondisi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan,” ujar Mahendra dalam telekonferensinya, Sabtu (2/5).

Untuk hal itu, kata Mahendra, Pemerintah Australia memutuskan untuk merelokasi Gary dari Jakarta ke Canberra. Namun, Mahendra menegaskan bahwa Dubes Gary tetap menjalankan tugasnya sebagai duta besar Indonesia dari jarak jauh.

Mahendra menuturkan bahwa sebenarnya pihak Australia sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Indonesia, khususnya kepada Kementerian Luar Negeri untuk memulangkan Gary. Namun, dengan banyaknya pemberitaan disinformasi mengenai hal itu, baik media Australia maupun media Indonesia, memunculkan komplikasi yang berkesimpulan.

“Seakan-akan ada persoalan. Lalu kemudian dispekulasikan berkaitan dengan kemampuan Indonesia dalam menangani Covid-19 dan sebagainya,” kata Mahendra.

Selain itu, dia juga meyanyangkan tidak adanya informasi tambahan dari pihak Australia mengenai penarikan dubesnya itu. “Spekulasi itu berlarut yang patut disayangkan,” ujar dia.

Seperti yang dilansir dari salah satu media lokal Australia, The Sydney Morning Herald, Dubes Gary yang berusia 69 tahun itu meninggalkan Jakarta pada hari Sabtu tanggal 11 April 2020. Diketahui, dia diperintahkan untuk pulang oleh Pemerintah Australia sebagai tindakan pencegahan penularan Covid-19. Utusan tersebut dimulai dari penarikan staf kedutaan Australia di Jakarta untuk kembali ke Australia.(PS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *