by

Pemprov DKI Didorong Subsidi Bengkel Dalam Uji Emisi

Jakarta: Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga menilai masyarakat lebih cenderung menyukai subsidi jika tidak sesuai dengan penerapan sanksi emisi kendaraan di Ibukota.

Sehingga mendorong pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi kepada bengkel-bengkel agar banyak warga menjalani uji emisi kendaraannya.

“Daripada kita ternyata masyarakat kita lebih suka jika itu memberikan bagian dari kampanye adalah subsidi, jadi seluruh bengkel di DKI,” ujarnya dalam diskusi Balkoters Talk tekan Emisi, Jakarta Bebas Polusi di Jakarta, Kamis (30/12/2021).

Menurutnya, dengan adanya subsidi maka tidak ada lagi alasan masyarakat untuk menunda uji emisi kendaraannya. Sebab bengkel-bengkel terdekat telah menyediakan jasa tersebut.

“Jadi tidak ada alasan umpamanya bengkel yang tidak deket rumah tidak uji emisi,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan sanksi terkait emisi gas buang kendaraan di Ibu Kota pada 13 November 2021 lalu. Namun pelaksanaannya terus berlanjut hingga kini karena jumlah kendaraan yang telah diuji emisinya masih rendah.

Di sisi lain Pemprov tak menampik bila kebijakan disinsentif atau pengenaan tarif parkir tertinggi, yakni Rp 7.500 per jam telah diberlakukan pada sejumlah lokasi parkir. Seperti Irti Monumen Nasional (Monas), Samsat Jakarta Barat, Blok M Square, Kawasan Mayestik Jakarta Selatan, dan Intercom Plaza.

Namun untuk sementara ini, tarif baru yang dikenakan untuk kendaraan roda empat atau mobil. Sedangkan sepeda motor masih menggunakan tarif normal.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *