by

Pemkab Tangerang Siaga Hadapi Bencana

Kabupaten Tangerang: Menyikapi potensi cuaca ekstrem pada awal 2022, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang, Banten, menggelar apel kesiapsiagaan dan pelatihan pasukan dalam penanggulangan bencana di Lapangan Maulana Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Rabu (10/11/2021).

Danrem Wijayakrama 052, Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, mengatakan, apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk menyiapkan pasukan dari seluruh pemangku kepentingan terkait atau antar lembaga dalam mengantisipasi terjadinya bencana di Tangerang.

“Semua unsur relawan atau komunitas kita siagakan dalam rangka penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Tangerang,” ujar Rano Tilaar kepada wartawan, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (10/11/2021).

Menurut Rano, wilayah Banten saat ini masuk dalam daerah terdampak bencana alam hidrometeorologi atau dikenal puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi jelang akhir tahun 2021-2022.

BACA JUGA: Banjir Rob Dadap Meluas, 2.739 KK Terdampak

Karena itu, semua pihak harus sudah mulai berpikir untuk mengantisipasi dampaknya manakala itu terjadi dengan melakukan mitigasi bencana.

“Kita juga bukan hanya menyiagakan pasukan saja, tetapi kita lakukan simulasi yang dilakukan Polresta Tangerang. Bagaimana menggunakan alat-alat yang bisa digunakan pada saat operasi penyelamatan,” ucap Rano.

Selain itu, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, baik itu bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lain sebagainya.

“Nanti dari Pemkab Tangerang akan meninjau kecamatan-kecamatan yang berpotensi terjadinya bencana banjir, tetapi biasanya klasik untuk daerah-daerahnya,” tutur Rano.

BACA JUGA: Pesisir Kabupaten Tangerang Diterjang Banjir Rob

Kemudian, Rano mengungkapkan, untuk tindakan yang harus dilakukan saat terjadinya bencana alam, pihaknya akan mengerahkan dan memberikan dukungan, baik itu personel, peralatan, sarana dan prasarana ke lokasi bencana.

Selanjutnya, membantu menyiapkan jalur evakuasi pencarian dan penyelamatan bagi korban yang terdampak.

“Kita juga harus siapkan jalur evakuasi, bagaimana nanti membawa masyarakat yang nantinya kita bawa ke titik pengungsian atau titik evakuasi,” ujarnya.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, mengapresiasi kesiapsiagaan TNI/Polri, BPBD, Tagana, serta para relawan dari masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam di Kabupaten Tangerang.

Dia mengatakan, memasuki musim hujan, bukan saja harus mewaspadai terjadinya bencana banjir, tetapi juga harus mengantisipasi bencana angin puyuh di Kabupaten Tangerang.

“Dan untuk kesediaan kita saat ini baik itu sembako dan peralatan-peralatan mudah-mudahan bisa mencukupi pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Zaki menyebutkan, untuk titik-titik bencana banjir itu ada sekitar 18 titik di 29 kecamatan Kabupaten Tangerang.

Lokasi tersebut berada di sekitar aliran sungai dan di daerah langganan genangan air.

“Jadi nanti 18 titik ini kita akan lebih diprioritaskan penanganannya,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *