by

Pemilu 2024, Generasi Milenial Jadi Kunci Kemenangan

Jakarta: Generasi Z dan milenial diprediksi bakal jadi kunci kemenangan dalam Pemilu 2024.

Merujuk hasil Sensus Penduduk 2020, populasi Gen Z mencapai 74,9 juta atau 27,7 persen dari total 270,2 juta penduduk. Sementara generasi milenial berjumlah 69,4 juta atau sekitar 25,9 persen dari total penduduk.

Menurut Direktur Eksekutif Indopol Survey and Consulting Ratno Sulistiyanto dengan mensurvei responden berjumlah 1.230 berusia 17 tahun ke atas di 34 provinsi, pihaknya memperoleh gambaran persepsi generasi Z dan milenial terhadap politik.

Ratno mengatakan, 22,05 persen dari mereka mengaku sering memanfaatkan media massa dan media sosial sebagai sumber informasi. Sementara 42,32 persen lainnya jarang mendapat informasi terkini terkait politik,

“Artinya, dengan edukasi politik seperti ideologi hingga program kerja parpol, mereka akan memberi suara yang signifikan,” papar Ratno dalam diskusi online ‘Arah Politik Milenial Di Pemilu 2024’, Minggu (19/12/2021).

Sementara itu, co-founder Ruang Demokrasi, Ludhy Cahyana mengatakan, para milenial yang diduga sebagian besar adalah “kaum rebahan” di sisi lain memiliki kelompok-kelompok yang haus informasi, maka hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para parol untuk menarik mereka dengan cara apapun.

“Mereka yang haus informasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi partai politik. Mereka sebagaimana milenial dan generasi Z lainnya, merasa kurang terwakili dalam demokrasi,” ujarnya.

“Stereotipe angkatan 80-90 terhadap milenial tuh rupanya minus kalau nggak kaum rebahan, cuek, abai. Tapi ternyata dari survei ini terbantah beberapa hal bahwa sesungguhnya milenial juga memiliki kepedulian dengan tidak jauh beda dengan senior mereka,” tambahnya.

Saat ini, katanya, partai politik memang sudah memanfaatkan medsos tapi persoalannya adalah kontennya masih konvesional. Namun sayangnya bagi milenial hal itu tidak menarik.

“Ini harus menjadi catatn parpol bagaimana menggarap mereka,” imbuhnya.

Menurutnya, politik yang seharusnya dipahami milenial adalah soal kepentingan cita-cita mereka tentang masa depan Indonesia.

“Yang bisa hidup berdampingan dengan keberagaman agama, keyakinan, suku dan sebagainya, bisa tersosialisasi dengan baik. Selama ini milenial selalu dipertontonkan skandal, mereka kurang diedukasi mengenai bagaimana politik harus mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ia kembali menyebut jika kaum milenial itu cenderung abai, mereka butuh sesuatu yang konkret.

“Parpol harus mendekati dengan berbagai macam cara, mengedukasi, karena politik hari ini bagi milenial itu keruh, bukan sesuatu yang bisa dinikmati. Makanya mereka lebih cenderung ke kegiatan yang sifatnya menghasilkan uang, senang-senang, dan sebagainya, mereka tidak tertarik dengan politik,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *