Pemerintah Ditengarai Sedang Bereksperimen dengan Nyawa Rakyat Lewat Normal Baru

0
(0)

Jakarta – Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono menilai langkah pemerintah memulai adaptasi kebiasaan baru (AKB) merupakan langka yang tergesa-gesa. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di 4 provinsi dan 72 kabupaten-kota dirasa belum mampu menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Sebelum implementasi PSBB (2 Maret – 5 April) penambahan kasus harian rata-rata 65 kasus. Bulan pertama pasca PSBB (6 April – 5 Mei) angka ini meningkat tajam rata-rata 327 kasus dan bulan ke-dua pasca PSBB (6 Mei – 5 Juni) semakin melonjak rata-rata 563 kasus.

“Dengan kapasitas pengujian (testing) yang masih rendah, penambahan kasus diperkirakan masih akan tinggi, bahkan mungkin melonjak,” kata Yusuf, Kamis (11/6).

Menurutnya, dengan baru menguji 0,09 persen penduduknya, kasus positif Covid-19 Indonesia telah menembus 34.000 kasus. Membuka kembali aktivitas ekonomi dan interaksi sosial dipandang sebagai sebuah eksperimen yang sangat berbahaya.

Yusuf Wibisono menambahkan jika kapasitas pengujian Indonesia setara Brasil yang telah menguji 0,31 persen penduduknya, dengan rasio kasus per pengujian yang sama, kasus riil Covid-19 berpotensi hingga 98 ribu kasus. Jika kapasitas pengujian setara Malaysia (1,15 persen) atau Turki (1,78 persen), kasus riil berpotensi menembus 367 sampai 569 ribu kasus.

Perkembangan terbaru, sebanyak 2.000 orang di Tanah Air meninggal dunia akibat Covid-19 dari total 35.295 kasus positif. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan, kasus Covid-19 terus meningkat dari hari ke hari.

Beberapa wilayah mengalami peningkatan melesat, sementara daerah lainnya melandai bahkan tidak ada peningkatan kasus. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 12.00 WIB hari ini menyebutkan, total pasien sembuh di tanah air hingga kini 12.636 orang. Sementara, jumlah pasien meninggal, terjadi penambahan 41 kasus.

“Kumulatif pasien meninggal akibat Covid-19 ada 2.000 kasus. Kami juga mengumumkan bahwa hari ini ada peningkatan 979 kasus, sehingga kumulatif kasus orang terinfeksi Covid-19 menjadi 35.295 orang,” kata Yuri dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (11/6).

Orang yang sembuh bertambah 41 pasien. Pasien yang dinyatakan sembuh adalah mereka yang sudah dua kali menjalani swab test dan hasilnya negatif. (WD)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Hari ini KAI Mulai Operasikan Kereta Api Reguler

Fri Jun 12 , 2020
0 (0) Jakarta – Hari ini PT PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengoperasikan kereta api reguler, baik KA lokal maupun KA jarak jauh dan telah menyusun langkah-langkah adaptasi kebiasaan baru yang harus dipatuhi oleh penumpang saat berada di wilayah stasiun dan saat di dalam perjalanan KA. “Meski KA reguler […]