by

Pembatasan BBM Subsidi untuk Kebutuhan Masyarakat

Jakarta: Pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi melalui sistem MyPertamina diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo yang menyatakan, pengaturan itu merupakan bentuk tanggung jawab negara.

“Pembatasan dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan, masyarakat menengah ke bawah, dan mereka memang patut diberikan subsidi,” kata Bamsoet kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

Lebih jauh, Politisi Golkar ini mengatakan, pembatasan BBM subsidi tidak boleh menjadi pemberat biaya transportasi masyarakat sehari-hari.

“Ini tidak boleh menjadi faktor pendorong naiknya biaya transport masyarakat. Kalau harga BBM naik, maka harga kebutuhan pokok juga naik, sehingga memberatkan keuangan rumah tangga,” ujarnya.

“Sehingga, ini menjadi tugas pemerintah juga untuk menjaga daya beli juga,” imbuh pria yang akrab disapa Bamsoet ini.

Diketahui, penyaluran BBM Subsidi jenis pertalite melalui sistem MyPertamina mulai diberlakukan pada 1 Juli 2022.

Uji coba awal dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di lima provinsi. Yakni, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.