Friday, May 7

Pelanggaran Kafe RM Hingga Ditutup Permanen

Jakarta: Raja Murah (RM) Cafe ternyata tidak hanya menjadi tempat insiden berdarah, pada Kamis (25/2/2021 pukul 04.30 WIB.

Tidak hanya menjadi tempat tewasnya anggota TNI AD berinisial S akibat tembakan senjata api anggota polisi Bripka CS.

Namun, RM Cafe atau Kafe RM ini telah melanggar peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Telegram Kapolri Terbit Pasca Insiden Berdarah Cengkareng

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat menutup secara permanen Kafe RM, di wilayah Cengkareng Barat, Jumat (26/2/2021).

Penutupan dilakukan dengan menempelkan segel sebagai tanda tutup permanen dan disaksikan perwakilan pemilik usaha.

Baca juga: Imbas Penembakan TNI, Polisi Dilarang Mabuk

Sebab, Pengendali Seksi Trantibum Satpol PP Jakarta Barat Gudmen membacakan Berita Acara Pemeriksaan menyatakan, terdapat tiga pelanggaran Kafe RM terkait PSBB.

“Penutupan dan penyegelan usaha ditutup, karena langgar pergub DKI Jakarta Nomor 3 tahun 2021,” kata Gudmen di Kafe RM, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/2/2021).

Tiga Pelanggaran

Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat juga menegaskan, Kafe RM telah tiga kali melakukan pelanggaran protokol kesehatan pada pelaksanaan PSBB di wilayah DKI Jakarta.

“Kafe RM ini tidak memiliki izin terdaftar dari PTSP DKI Jakarta, hanya izin usaha mikro di online single submision (OSS),” ungkap Tamo.

Tamo juga menjelaskan tiga pelanggaran PSBB dilakukan Kafe RM.

“Pelanggaran pertama terjadi pada 5 Oktober 2020, di mana anggota Satpol PP Jakarta Barat telah memberikan sanksi penutupan 1×24 jam,” tegas Tamo.

Sedangkan pelanggaran protokol kesehatan kedua terjadi pada 12 Oktober 2020.

Tamo menyatakan, petugas Satpol PP masih menemukan pelanggaran serupa di kafe RM.

“Kemudian diberlakukan sanksi berupa denda administrasi sebesar Rp 5 juta dan penutupan 3×24 jam,” kata Tamo.

Terakhir, pelanggaran jam buka Kafe RM menjadi alasan penutupan permanen lantaran tetap buka hingga pukul 04.30 WIB, tepat saat insiden penembakan terjadi, Kamis pagi. Sedangkan, batas jam buka tempat usaha adalah pukul 21.00 WIB.

“Nah, hari ini kita menyaksikan ada pelanggaran kemarin, termasuk jam tutupnya. Jadi, karena sudah tiga kali, sesuai dengan Pergub 3 tahun 2021 Pasal 28 kami lakukan penutupan,” kata Tamo.

Jadi, kata dia, bukan tanpa sebab Satpol PP Jakarta Barat menutup permanen Kafe RM.

“Maka, sesuai dengan Pergub 3 Tahun 2021 Pasal 28, kami melakukan penutupan. Jadi, hari ini kita melakukan penutupan dengan mekanisme yang diatur dalam Pergub 3 Tahun 2021,” tegas Tamo.

Tamo meminta pemilik usaha kafe di Jalan Lingkar Luar Barat itu agar mentaati peraturan tersebut beserta seluruh isinya.

BAP Kfae RM juga ditanda tangani oleh perwakilan pemilik usaha.

Usai membacakan BAP, petugas Satpol PP Jakarta Barat memberikan pita garis kuning sebagai tanda penyegelan melintang sekeliling bangunan kafe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *