Pelaku Telah Diamankan Polisi, Gara Gara Viral Beredar Video 2 Siswi SMP di Ambon Digauli 3 Temannya,

Jakarat – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi pencabulan pada 2 orang siswi SMP di Ambon oleh 3 sesama pelajar SMP lainnya.

Dalam video tersebut, dua siswi SMP yang merupakan korban diduga mabuk berat dan diperlakukan secara tidak senonoh oleh rekan-rekan mereka sesama siswa SMP lainnya.

Satu dari dua korban pada video tersebut bahkan terlihat tak sadarkan diri saat dicabuli.

Sementara satu korban lainnya menangis dan mencoba untuk melawan. Karena dalam keadaan mabuk berat, dia tidak dapat berbuat banyak.

Dalam keadaan menangis, korban mengancam untuk melaporkan kejadian kepada ibunya. Tapi, pelaku malah membekap mulut korban dengan kencang.

“Beta kasih tahu beta mama, beta kasih tahu beta mama,” ujar korban seraya menangis pada video tersebut.

Melansir dari TribunSolo.com, diketahui pelaku merupakan teman-teman dari korban. Sementara itu, pelaku merekam video aksi mereka saat kedua korban dalam kondisi tak sadar setelah dipengaruhi minuman keras.

AKBP Aries Aminnullah, Plt Kepala Bidang Humas Polda Maluku menuturkan bahwa aksi pencabulan tersebut terjadi di kompleks pekuburan di kawasan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon pada April 2024 sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Kejadian tak senonoh itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIT.

“Itu kejadiannya di kuburan China di Beneng, kejadiannya April lalu,” kata Aries kepada wartawan, Jumat (14/6/2024).

Ia mengakui bahwa para pelaku sempat merekam kejadian tak senonoh tersebut dengan kamera ponsel. Kasus ini akhirnya terbongkar dan dilaporkan ke polisi setelah potongan video asusila tersebar luas di media sosial dan dilihat oleh keluarga korban.

“Rekaman videonya akhirnya viral di media sosial dan diketahui oleh salah satu kakak korban,” ujarnya.

Saati ini, ketiga pelaku dengan inisial JP, AK, dan D telah ditangkap dan ditahan di sel tahanan Polda Maluku.

Penangkapan dilakukan setelah salah satu keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada polisi pada Kamis (13/6/2024).

Kedua korban, A (13 tahun) dan M (14 tahun), serta tiga orang lainnya telah dimintai keterangan oleh penyidik dari PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Ditreskrimum Polda Maluku.

Selain itu, kedua korban juga telah menjalani pemeriksaan visum dokter di rumah sakit sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.

“Kasus ini sudah dilimpahkan ke Subdit PPPA Ditreskrimum Polda Maluku. Para korban juga sudah dilakukan Ver (visum et repertum) dan ketiga pelaku telah diamankan,” pungkasnya. (red)

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *