Di Hari Pahlawan Seorang Pejuang Pandemi , Pantang Pulang Sebelum Corona Tumbang

5
(120)

Jakarta: Komandan Lapangan Cobra Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Muhammad Arifin punya jargon menyemangati diri di masa pandemi

Jargon dokter gigi, spesialis orto, berpangkat Letnan Kolonel Laut ini adalah ‘Pantang pulang sebelum corona tumbang’.

“Jadi tim cobra jargonnya adalah pantang pulang sebelum corona tumbang, ini untuk memotivasi dan memberikan semangat setiap membaca itu setiap mau naik tugas ke tower 7, tower 5, maupun tower 4 jadi semangatnya tidak pernah pudar,” kata Arifin.

Sejak pemerintah mencanangkan Percepatan Penanggulangan Covid-19, Muhammad Arifin pun ikut terlibat. Itu ditandai dengan mengevakuasi 245 warga Indonesia dari Kota Wuhan, China.

Pada Minggu (02/02/2020), pukul 08.30 WIB, pesawat yang membawa mereka, mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Berikutnya pada 9 Februari 2020, kapal pesiar World Dream menghentikan aktivitasnya karena penyebaran virus Corona.

Sebanyak 188 warga Indonesia sebagai ABK di kapal tersebut dipindahkan dari kapal World Dream ke kapal KRI Suharso di perairan internasional, tak jauh dari Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Selanjutnya, mereka dikarantina di Pulau Sebaru Kecil, yang merupakan gugusan Kepulauan Seribu.

Tak henti di situ, pada Selasa (03/03/2020), pemerintah menyatakan akan membangun RS Corona di Pulau Galang, Kepulauan Riau.

Selanjutnya, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, “disulap” menjadi RS Darurat Covid-19, yang beroperasi, sejak Senin (23/03/2020). Keterlibatan Muhammad Arifin sangat besar dalam Percepatan Penanggulangan Covid-19.

“Jadi namanya manusia pasti memiliki rasa takut meskipun tentara, kita juga manusia buka terbuat dari kabel. Pertama kali saat di pulau Sebaru kami bertemu dengan orang yang bekas positif covid, kemudian negative, lalu positif lagi itu ada, itu yang dari kapal Diamond Princess Jepang itu kita terima di Pulau Sebaru. Sedangkan WNI dari Wuhan kan negative semua, tapi kalau eks Diamond Princess kan kita tahu bersama ribuan yang positif termasuk ABK yang bekerja disitu juga ada yang positif. Itulah pengalaman pertama yang mungkin bagaimana saya berusaha memprotect dengan menggunakan APD bahkan menggunakan topeng untuk nuklir itu saya pakai,” ujar Arifin.

Di wisma atlet sendiri, Ia terus menggelorakan semangat kepada seluruh pasien bahkan memberikan kebebasan bagi pasien untuk menjalankan kegiatan guna meningkatkan imunitas tubuh berperang melawan covid-19.

“Pasien disini (red.Wisma Atlet) sudah tahu boleh turun, boleh main, boleh bercengkarama, bebaslah, memang saya bebaskan. Kalau di rumah sakit mungkin kadang-kadang tidak boleh. Kalau di sini kan memang awalnya untuk atlet jadi banyak area yang bisa dipergunakan,” cerita Arifin.

Ia menegaskan bahwa garda terdepan dalam melawan virus corona bukanlah tenaga kesehatan, bukan pula para aparat keamanan, melainkan masyarakat itu sendiri.

Menurutnya masyarakat yang harus menyadari pentingnya menjaga protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini.

“Sebanarnya kita ini bukan garda terdepan, melainkan garda terakhir karena garda terdepan ada di masyarakat luar sana karena apa yang kita terima ini adalah efek dari masyarakat luar sana, tingginya angka positif disini yah tergantung perilaku masyarakat di luar sana. Kalau mereka bisa membikin angka nol dengan protokol kesehatan yang dilaksanakan dengan benar sehingga rumah sakit darurat ini cepat tutup,” tegas Arifin.

Kisah lain diceritakan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pekerja Ambulance Gawat Darurat (PPAGD) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Syamsudin.

Ia mengatakan, kendala yang dihadapi dalam upaya menjemput hingga mengantarkan suspect covid-19. Keterbatasan kamar di rumah sakit hingga sulitnya kawasan rumah pasien menjadi satu dari berbagai kendala yang dihadapi.

“Kalau ada panggilan ke rumah dan diinformasikan bahwa pasien itu ada gejala Covid maka sebelum berangkat kita pakai baju APD di pos masing-masing, setelah itu meluncur ke TKP. Di sana kita lakukan cek kondisi lalu kita laporkan ke command and control untuk selanjutnya diberitahukan ke rumah sakit yang dituju. Dan dengan menggunakan APD ini kan karena panas terkadang kacamata juga berembun, jadi ada sedikit gangguan untuk mencari urat nadi orang yang mau kita infus,’ kata Syamsudin kepada RRI.co.id, Selasa (10/11/2020)

“Di awal-awal juga kondisi ini memang mengcekam, dan sampai sekarang juga kendala lain adalah memastikan rumah sakit tersedia ruang bahkan kadang ada yang sampai tidak terbawa karena hampir semua rumah sakit menyatakan tidak ada tempat. Jadi memang kejadian ini tak seindah seperti yang diceritakan,” lanjut Syamsudin.

Menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19 di tanah air, tentu saja kekhawatiran tertular pun terus mengintai. Namun dengan disiplin menjaga kesehatan serta menerapkan protokol kesehatan kerap ia lakukan. Melihat banyaknya masyarakat yang masih abai dalam menerapkan protokol kesehatan, Syamsudin pun mengaku miris dan berharap masyarakat terus bersemangat untuk berperang melawan pandemi ini.

“Mau tida mau masalah kesadaran masyarakat mulai cuek dan abai, mungkin jenuh sehingga banyak yang abai kami sih berharap masyarakat tetap menunjukan keseriusananya dalam melawan pandemi covid-19 bahwa sampai detik ini masih ada kasus ini dan dibawa ke rumah sakit karena covid, sehingag masyarakat diharapkan mampun mejalankan protokol kesehatan 3M, memcuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” pungkas Syamsudin.

Di masa pandemi Covid-19, tak dapat disangkal tenaga medis, petugas ambulance, aparat keamanan baik TNI dan Polri menjadi sosok pahlawan yang berjuang menghadapi virus Corona yang hingga saat ini vaksinnya belum diproduksi massal.

Mengorbankan banyak hal terutama kehidupan pribadi: meninggalkan keluarga, bekerja tanpa kenal waktu, mengabaikan peluh, cemas, dan lelah demi mengantarkan, merawat hingga menyembuhkan pasien yang terinfeksi Covid-19.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 120

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Menggema di Sosial Media, Tagar #WelcomeBackIBHRS

Tue Nov 10 , 2020
5 (120) Jakarta: Imam besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab akan tiba di Indonesia dari Arab Saudi hari ini, Selasa (10/11/2020). Tagar #WelcomeBackIBHRS serta #WelcomeHomeHRS pun trending di sosial media Twitter. “Sebentar lagi pesawat mendarat Kita semua duduk sambut habibana dengan penuh suka cita #WelcomeBackIBHRS #WelcomeBackIBHRS,” cuit akun @Harychan. Sementara […]