by

Pedagang Kuliner Khawatir Jika Harga LPG Nonsubsidi Naik

Surakarta: Kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi sangat dirasakan pelaku usaha kuliner, salah satunya dirasakan Wiwik Widowati, pemilik usaha warung makan di Jl. Kebangkitan Nasional Penumping Surakarta.

Wiwik mengatakan terpaksa menggunakan gas 3 kilogram atau gas melon karena harga LPG non subsidi semakin naik. Sementara untuk LPG subsidi ukuran 3 kg atau biasa disebut gas melon tetap sama.

“Saya sekarang pakai yang 3 kilo soalnya terjangkau dan irit. Dulu pernah pakai Yang 12 kilo ada di rumah tidak dipakai dua tabung,” jelas Wiwik saat ditemui RRI, Jumat (7 Januari 2022).

Wiwik menjelaskan, keputusan tersebut terpaksa diambil agar tetap memperoleh keuntungan di saat harga kebutuhan pokok yang serba mahal.

“Kalau untuk pedagang yang kecil-kecil itu sangat berat banget karena memang harganya apalagi sekarang naik ya, dulu aja kita nggak sempat ke beli apa lagi ini tambah naik lagi. Karena ada kofit ini kan tetap semuanya pasti pembelinya juga menurun pokoknya keberatan banget,” tuturnya.

Dirinya meminta pemerintah segera turun tangan, agar dapat meringankan beban masyarakat kecil.

“Harapannya harganya ya jangan tinggi-tinggi supaya kita bisa terjangkau untuk membelinya. Kayak pedagang kecil pun juga bisa menikmati LPG yang besar,” pintanya.

Hal senada diungkapkan pemilik warung makan di kawasan Jl. Teuku Umar, Keprabon, Banjarsari, Surakarta, Mutmainah yang merasa keberatan dengan kenaikan harga LPG non subsidi. Sebab dikhawatirkan akan berimbas pada melonjaknya berbagai kebutuhan pokok lainnya.

“Kalau saya keberatan banget, soale kan ini warungnya warung sederhana,” keluhnya.

Mutmainah mengaku memilih menggunakan gas 3 kilo, sebab lebih terjangkau. ” Saat ini saya pakai yang 3 kilo soalnya ya nggak kuat kalau pakai yang 12 kg. Saya pakai yang 3 kilo aja soalnya terjangkau kalau yang gede kan sampai 100 (ribu) lebih,” jelasnya.

Harga jual LPG untuk jenis nonsubsidi naik antara Rp1.600 hingga Rp2.300 per Kg. Penyesuaian harga jual itu mulai resmi ditetapkan oleh Pertamina sejak Sabtu (25 Desember 2021). Harga di pasaran untuk ukuran 12 kilogram misalnya, dari semula sekitar 140 ribu per tabung sekarang naik menjadi 160 hingga 170 ribu rupiah per tabung. (Ase/Wid/imr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *