PDIP Minta Pastikan Tidak Ada Pungli ke Jamaah Dampak Pelarangan Umroh

0
(0)

Jakarta : Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ina Amania meminta pemerintah untuk memastikan para calon jamaah yang ditunda ibadah umrohnya terpenuhi semua hak-haknya. Termasuk memastikan bahwa tidak ada pungutan liar kepada mereka.

Banteng Senayan ini mengaku sejauh ini pihaknya terus mendorong Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama RI untuk bergerak cepat dalam memastikan hak para jamaah umrah.

“(Jadi) terus kita dorong agar bergerak cepat memastikan hak para calon jamaah umroh bisa didapatkan,” katanya dalam keterangan yang disebarluaskan, Minggu (1/3/2020).

Salah satunya yakni tidak boleh ada sedikitpun pungutan liar bagi jamaah maupun para calon jamaah yang belum diberangkatkan.

“Jangan sampai ada potongan biaya karena masalah ini (penangguhan keberangkatan). Saya wanti-wanti jangan ada pungutan liar diluar ketetapan biaya layanan umrah. Hak jamaah tetap, tidak boleh ada yang berubah” tegas Ina.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Lintas Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji, Baluki Ahmad menegaskan, dana yang telah dibayarkan para calon jamaah umroh yang telah issued tiket, atau yang telah melakukan pembayaran tiket pesawat dan calon penumpang tersebut sudah memiliki akses resmi naik pesawat tidak akan dikembalikan atau di-refund.

“Refund ga bisa. Kalau refund berarti pembatalan, penerbangan ga mau karena ini sudah issued tiket, bagi yang sudah issued tiket, Yang sudah issued tiket ga boleh, ga ada refund,” tegasnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

Pasalnya menurut Baluki, pihak penerbangan merasa mereka bukannya tak mau memberangkatkan para calon jamaah umroh ke tanah suci, melainkan keberangkatan para calon jamaah hanya ditunda oleh pihak Arab Saudi.

Untuk itu, para calon jamaah akan diberangkatkan kembali oleh pihak penerbangan jika Arab Saudi sudah mencabut kebijakan pelarangan mereka.

“Penerbangan merasa bukan dia tidak mau memberangkatkan tp aturan dr pihak lain kan. Sehingga kenapa harus refund. Jadi dia siap melakukan reshedule, tapi bukan refund, bukan membatalkan,” pungkas Baluki.

Perlu diketahui, pemerintah Arab Saudi melarang warga negara asing, termasuk Indonesia untuk menunaikan ibadah umroh di tanah suci. Hal itu guna mengantisipasi penyebaran virus novel corona (Covid-19).

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *