by

PBB ke Pameran Indonesia Bentuk Komunikasi Budaya

Jakarta: Kunjungan Asisten Sekertaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Raisedon Zenenga di Pameran Budaya Indonesia di KBRI Tripoli, Libya, bentuk komunikasi bidang perdamaian dan budaya. Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa pekan ini.

“Dalam hal ini PBB menangkap dan menyambut positif, untuk berkomunikasi dan berbagai aspek kegiatan khususnya di bidang perdamaian dan budaya,” kata Kuasa Usaha Sementara KBRI Tripoli Sejarah Indonesia, Moehammad Amar Ma’ruf, dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Sabtu (30/7/2022).

Amar juga mengatakan, dalam sambutannya, Zenenga juga membicarakan tentang Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 yang telah menciptakan kesepahaman dan tidak memihak, tetapi tidak pasif. Netralitas tersebut mengarah pada kerja sama untuk membela keadilan dan kaum tertindas.

“Mengenai bahwa beliau membela ketidakadilan dan mereka yang tertindas, itu sambutan yang saya garis bawahi dari kedatangan beliau ke tempat,” ujar Amar.

Hal tersebut disampaikan ketika Sekjen PBB telah melihat beberapa tampilan foto arsip KAA 1955 di dalam pameran, sekaligus mempelajari berkas-berkasnya.

Selain foto-foto arsipan, Amar menyebut pameran tersebut juga memajang sejumlah alat musik tradisonal Indonesia.

“Dan yang mau belajar juga disediakan dan diperbolehkan,” ujarnya.

Amar menambahkan, Gedung Pameran KAA 1955 yang dibuka di KBRI Tripoli sejak Februari 2020 ini untuk umum, sesuai jam kerja, yakni pukul 09.00-15.00 waktu setempat.

Pameran ini bukan hanya dibuka di KBRI Libia, tetapi juga di perpustakaan nasional besar di Libia. Semua pameran tersebut sangat disambut positif oleh masyarakat setempat.

“Hingga sampai saat ini antusias masyarakat disekitar Libia atau diluar sangatlah positif dan mereka banyak ingin tahu mengenai Indonesia,” ujarnya.