by

Patung Jokowi Diarak ke Bukit

Jakarta: Baru-baru ini beredar sebuah video yang memperlihatkan ratusan warga yang sedang bersorak riang menarik sebuah patung, diduga patung tersebut adalah patung Presiden RI yakni Joko Widodo.

Kejadian ini, terjadi di Desa Sunu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dan sempat viral di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari ini.

Dilansir dari berbagai sumber, patung yang mirip dengan wajah Presiden Jokowi tersebut terlihat menggunakan busana adat asal Timor Tengah Selatan. Bahkan, patung tersebut diarak menuju ke atas bukit Sunu di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Patung yang dibuat di Bali tersebut memiliki berat 600 kg dengan tinggi 3,5 meter dan fondasi 2,5 meter tersebut diarak keatas bukit untuk memperingatati hari pahlawan pada 10 November lalu. Dan sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada sang presiden dari warga setempat.

“Memperingati hari Pahlawan, seluruh masyarakat Desa Sunu, Kecamatan Oinlasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan, berbondong-bondong mengantarkan patung Presiden Jokowi ke puncak Gunung Sunu,” tulis akun Instagram @andreli48, dikutip Senin (15/11/2021).

Warga mengarak patung tersebut dengan menempuh jarak sejauh 2 kilometer menuju puncak bukit di ketinggian 1.074 meter di atas permukaan laut. Sehingga beban yang diangkat warga mencapai 700 kg, yang terdiri atas berat patung 600 kg dan kotak kayu sekitar 100 kg.

Jalan yang mereka lewati cukup terjal untuk menuju puncak Bukit Sunu. Mereka meletakkan patung Jokowi di atas kayu dengan empat roda sebagai penggerak.

Selain itu, diketahui pula jika patung tersebut merupakan bentuk nilai penghargaan terhadap sang pemimpin. Selain itu sebagai semangat membangun dari pelosok negeri, yang dianggap menginspirasi.

Meskipun sempat tertunda karena saat itu turun hujan lebat, rencananya, lokasi patung itu akan dijadikan tempat wisata.

Sementara itu, Pemerintah daerah sempat menawarkan untuk memperbaiki jalan sebelum patung diantar ke atas bukit. Namun, warga menolak tawaran tersebut.

“Mereka tidak mau. Mereka bilang tetap saja jalannya begini supaya asri. Agar kelihatan (patung) presiden itu (diantar) bukan pakai (jalan) aspal,” tutur Wakil Gubernur NTT Josef A Name Soi dikutip melalui CNNIndonesia.com, Senin (15/11/2021).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *