Pasien Corona Masuk ICU? Harapan Sembuh Hanya 5%

5
(1)

Jakarta – Petugas gabungan, terdiri unsur TNI, POLRI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan sejumlah baliho dan spanduk-spanduk tak berizin di Ibu Kota dan sekitarnya dengan menurunkan sekitar 500 personel.

“Ini bagian dari kegiatan tiga pilar sebagai patroli pengamanan dan kami juga melakukan pelepasan baliho-baliho yang terpasang tidak sesuai aturan,” kata Dandim 05/01 JP BS Kolonel Inf Luqman Arief yang memimpin kegiatan tersebut, saat ditemui di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat siang (20/11).

Beberapa kendaraan taktis yang diturunkan dalam pengamanan di wilayah Jakarta Pusat itu adalah empat panser anoa serta puluhan motor yang dikendarai baik oleh petugas TNI dan Brimob Polri.

Dilansir ANTARA, rute pengamanan yang dilakukan oleh petugas gabungan itu mulai dari arah Jalan Budi Kemuliaan, lalu berbelok ke arah Jalan Abdul Muis, lalu ke arah Pasar Tanah Abang, lalu mengarah ke kawasan Petamburan.

Selepas dari arah Petamburan perjalanan berlanjut menuju ke Bundaran Semanggi dan mengarah ke Jalan Jendral Sudirman lalu kembali ke titik awal yaitu Monumen Nasional.
“Dari jalur yang kami lewati kurang lebih ada 10 baliho liar yang kami amankan,” ujar Luqman.

Beberapa baliho yang ditertibkan di antaranya baliho-baliho partai, lalu baliho milik Waskita, hingga baliho sisa penyambutan Habib Rizieq Syihab yang dipasang oleh pendukungnya.

Jakarta: Hasil penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa penerapan 3T mampu mencegah penularan virus Covid-19 sampai 100 persen kepada orang lain. Hala itu disampaikan oleh tim Satgas Covid-19.

Kasubbid Tracking Satgas Covid-19 Kusmedi Priharto mengatakan, program 3T (testing, tracing, and treatment) sangat penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Ia menyatakan, jika pasien Covid-19 sudah masuk ke ruang intensive care unit (ICU), angka kesembuhannya hanya 5%. Sedangkan mereka yang masih awal terpapar Covid-19, angka kesembuhannya tinggi.

“Bisa di atas 80% kalau masih di awal. Tapi, angka kematian kita masih tinggi. Ini kita perkirakan, mereka ketemunya sudah dalam kondisi yang jelek sekali,” kata Kusmedi dalam dialog yang bertajuk Berburu Zona Hijau: Testing, Tracing, Treatment, Kamis (19/11/2020).

“Tracking bukan hal yang menakutkan. Justru tracking dan testing itu bagian dari menolong orang, terlepas dari masalah-masalah yang berat apabila dia terkena Covid-19,” kata dia.

Dalam menjalankan upaya tracking, Kusmedi menuturkan, menggunakan target-target yang sudah dikeluarkan World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jika menemukan satu orang positif, pihaknya akan melakukan pelacakan kontak hingga 30 orang yang sudah berhubungan erat dengan kasus positif.

“Tapi juga ada target satu orang diperiksa dalam 1.000 penduduk setiap satu minggu,” ujarnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jika Kasus Corona Naik, Libur Nataru Ditiadakan

Fri Nov 20 , 2020
5 (1) Jakarta: Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan jika libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember akan ditiadakan jika terjadi peningkatan kasus virus corona atau COVID-19. “Apabila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan sehingga kasusnya meningkat, maka ada konsekuensi terhadap keputusan yang diambil oleh pemerintah […]