Pak Jokowi, Masyarakat Butuh Isi Sembako Bukan Pembungkusnya

0
(0)

Jakarta – Terlambatnya distribusi bantuan sosial dari pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) ke masyarakat akibat menunggu tas pembungkus berwarna merah putih bertuliskan ‘Bantuan Presiden RI Bersama Lawan Covid-19’ membuat polemik baru di tengah pandemi Covid-19. Padahal menurut anggota DPR dari Fraksi PDIP, Selly Andriyana Gantina, jangan sampai tugas kemanusiaan terhambat oleh pengadaan teknis.

“Saya harap pemerintah cepat saja eksekusi itu. Tas pembungkus kan cuma kemasan, yang penting itu isinya, kebutuhan masyarakat itu isinya bukan pembungkusnya,” kata Selly kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Kamis (30/4).

Menurut dia, eksekusi cepat dan tepat dalam proses distribusi bansos akan membuat masyarakat terjaga imunitasnya. “Sehingga masyarakat tetap sehat, kalau sehat bisa waras dalam berpikir dan bertindak,” ujarnya.

Maka itu, dia menilai perlu ada kesadaran bersama di tingkat pengampu kebijakan untuk melihat bansos ini sebagai tugas mulia karena menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat. “Ngurus bansos ini bukan hanya soal jalankan tugas birokratis, namun juga tugas kemanusiaan,” katanya.

Menurut Selly, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga tidak butuh namanya ditempel di pembungkus. “Karena semua masyarakat tahu presiden yang perintahkan uang negara diarahkan besar-besaran untuk bantuan sosial seperti paket sembako ini, mari kita kawal bersama-sama,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui distribusi bantuan sosial berupa paket sembako sempat tersendat karena persoalan kemasan. Meski paket sembako sudah tersedia, namun terjadi keterlambatan dalam produksi tas jinjing yang digunakan untuk mengemas sembako.

“Awalnya iya (sempat tersendat) karena ternyata pemasok-pemasok (tas) sebelumnya kesulitan bahan baku yang harus impor,” kata Juliari, Rabu (29/4).

Kendati produksinya sempat mengalami keterlambatan, namun Juliari menyebut saat ini sudah tak ada masalah. Pemerintah bahkan sudah menambah perusahaan yang memproduksi tas tersebut.

“Sekarang supply kantong sudah lancar. Dan sebagai info, Sritex kami ajak kerja sama tidak dari awal. Mereka baru supply kantong sejak hari Rabu lalu,” kata Juliari. (SD)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

BPS Peringatkan Kelangkaaan Bahan Makanan

Fri May 1 , 2020
0 (0) Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai kelangkaan bahan makanan yang dapat memicu inflasi. Suhariyanto juga mengatakan, hal itu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Perlu diperhatikan warning WHO terkait kelangkaan bahan makanan pada pertengahan bulan ini,” ujar Suhariyanto, di rapat kerja dengan DPR […]