Pagi Ini, Harga Emas Melonjak 19,1 Dolar AS

0
(0)

Chicago – Emas berjangka naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) rebound dari penurunan hari sebelumnya, ditopang aksi jual besar-besar di pasar saham global menyusul kekhawatiran gelombang baru infeksi Virus Corona dan janji Federal Reserve (Fed) AS untuk mempertahankan suku bunga rendah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik 19,1 dolar AS atau 1,11 persen, menjadi ditutup pada 1.739,8 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka turun 1,2 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.720,70 dolar AS.

“Anda memiliki banyak infeksi baru, yang tampaknya membuat investor sedikit ketakutan sehingga cukup banyak orang menghindari risiko (risk-off) dan pada dasarnya mereka menjual segalanya, kecuali dolar dan gas alam,” kata Kepala Pedagang US Global Investors, Michael Matousek, seperti dikutip oleh Reuters.

Indeks pasar saham utama di seluruh dunia jatuh pada Kamis (11/6/2020), karena kekhawatiran atas gelombang kedua infeksi COVID-19 menyapu pasar ekuitas.

Emas juga mendapat dukungan ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) merilis pernyataan setelah penutupan pasar pada Rabu (10/6/2020), mengatakan mereka memperkirakan ekonomi AS menyusut sebesar 6,5 persen pada 2020, dan tingkat pengangguran sebesar 9,3 persen pada akhir tahun ini.

Federal Reserve AS juga berjanji akan mempertahankan suku bunga rendah. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa ia memperkirakan suku bunga akan tetap mendekati nol hingga 2022, membuat emas terus mendekati level tertinggi dalam lebih dari seminggu.

Namun kenaikan harga emas lebih lanjut tertahan karena dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya, mendapat manfaat dari arus safe-haven ketika Wall Street merosot di tengah laporan kenaikan kasus virus ketika sebagian besar negara bagian AS dibuka kembali.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 9,3 sen atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 17,899 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 22 dolar AS atau 2,6 persen, menjadi menetap pada 824 dolar AS per ounce. (Ant/Msh)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

New Normal, BUMN Perhotelan Optimistis Bangkit

Fri Jun 12 , 2020
0 (0) Jakarta – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perhotelan, PT Hotel Indonesia Natour (Persero) optimistis industri perhotelan kembali berkembang secara bertahap. “HIN siap menyambut bisnis di era new normal, dan optimis secara bertahap industri perhotelan akan kembali berkembang menuju ke pemulihan,” ujar Direktur Utama PT HIN Iswandi Said […]