Tuesday, April 20

Organda DKI Pastikan Tidak Ada Angkutan Beroperasi Selama Pandemi Covid-19

Jakarta – Pulang kampung, atau biasa dikenal dengan istilah mudik ialah salah satu tradisi yang ada di tanah air saat musim lebaran. Lantaran virus corona (Covid-19) yang tengah melanda, Presiden Joko Widodo akhirnya melarang mudik tersebut.

Akibat larangan mudik, travel tak resmi (gelap) mulai marak menawarkan jasanya di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, memastikan bahwa tak ada angkutan yang beroperasi selama masa sulit ini.

“Semua kita pantau. Saya ke lapangan untuk melihat itu. Angkutan kota ada yang jalan, tapi penumpangnya tidak banyak, hanya 3 sampai 4 orang saja,” ujarnya saat dihubungi Indonesiainside.id di Jakarta, Kamis (7/5).

“Saya kan melihat itu, bisa saja dia lolos dari pengawasan petugas. Kalau terjadi, saya catat nomornya dan menghubungi petugas yang sedang berjaga,” tuturnya.

Shafruhan tidak menginginkan virus yang berasal dari Kota Wuhan, Cina, itu kian merebak ke wilayah lainnya. Dengan demikian, koordinasi antarwilayah tetap dilakukan untuk mencegah hal tersebut.

“Ya kan itu tujuannya kita tidak mau penyebaran Covid-19 bertambah, khususnya di wilayah Jabodetabek. Semua wilayah otomatis berkoordinasi terkait hal tersebut. Jangankan angkutan umum, kendaraan pribadi saja dicegah keluar dari wilayahnya,” kata dia.

Ia memastikan, bahwa angkutan yang bernaung di bawah Organda DKI tidak ada yang beroperasi. Shafruhan memaparkan, angkutan yang tertangkap lantaran membawa pemudik ialah angkutan ilegal

“Tidak ada yang beroperasi, mereka gelap (ilegal). Untuk keseluruhan, Organda DKI kembali menegaskan angkutan darat di Jakarta tidak ada yang beroperasi, sesuai ketentuan yang dibuat pemerintah,” paparnya. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *